
WARTA-JOGJA.COM ||BANTUL, Musim kemarau ekstrem yang melanda Indonesia tahun ini memicu krisis ketersediaan air bersih di berbagai daerah. Menanggapi situasi darurat tersebut, Tempo Scan Group meluncurkan inisiatif nasional bertajuk “Tempo Scan Air Bersih untuk Indonesia” dengan semangat “Mengalirkan Harapan, Menjaga Kehidupan.”
Program berlangsung sepanjang Agustus hingga September 2026, menargetkan penyaluran 640.000 liter air bersih ke 40 titik prioritas yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera, mencakup Sumatera Selatan, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Distribusi dilakukan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar bantuan tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
Kemarau Terparah dalam 150 Tahun
Data BMKG menyebutkan, per Agustus 2026, 76,5% wilayah Indonesia telah berada di puncak musim kemarau, sementara sisanya diperkirakan menyusul pada September. Fenomena El Nino tahun ini disebut sebagai yang terkuat dalam 150 tahun terakhir, memperparah penurunan muka air tanah di pulau Jawa dan Sumatera hingga masuk kategori “Awas dan Waspada.”
Komitmen Nyata Perusahaan Lokal
Deputy Managing Director CCHC PT Tempo Scan Pacific Tbk, Winny Yunitawati, menyatakan langkah ini sebagai wujud tanggung jawab perusahaan yang 100% dimiliki anak bangsa.
“Sebagai perusahaan 100% Indonesia, kami ingin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih selama periode kekeringan ekstrem ini,” ujar Winny.
Walikota Prabumulih, H. Arlan, menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Sementara itu, Kepala BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, menekankan bahwa penanganan dampak kekeringan berkepanjangan memerlukan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Lebih dari Sekadar Air Bersih
Dengan pengalaman 73 tahun melayani masyarakat Indonesia melalui produk kesehatan dan kebutuhan sehari-hari, Tempo Scan Group menegaskan bahwa program ini bukan sekadar distribusi air. Inisiatif ini juga menjadi simbol kepedulian, semangat gotong royong, dan upaya bersama menjaga kualitas hidup di tengah tantangan kemarau ekstrem.
“Kami ingin mengalirkan harapan, bukan hanya air, agar masyarakat tetap sehat dan semangat menghadapi masa depan,” tambah Winny.
Program ini diharapkan dapat meringankan beban warga hingga curah hujan kembali normal dan sumber air alami pulih sepenuhnya. (*/mas)







