
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti
WARTA-JOGJA.COM || YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan evaluasi menyeluruh dan memperketat tolok ukur akuntabilitas seluruh program yang dibiayai Dana Keistimewaan. Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY menjadi titik tolak penegasan bahwa kemanfaatan riil bagi masyarakat menjadi ukuran utama, bukan sekadar serapan anggaran. Salah satu langkah konkret adalah perombakan tata kelola program Lumbung Mataraman guna menjadi penopang pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
“Istimewa tidak hanya sebagai status, melainkan harus dimaknai dari nilai dan wujud manfaatnya. Kita tetap membuka ruang kritik dan masukan demi menyempurnakan program yang ada,” tegas Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, Sabtu (29/8/2026).
Disampaikan lebih lanjut sebagai tindak lanjut, program Lumbung Mataraman sedang diredesain dan empat kelurahan telah ditetapkan sebagai lokasi proyek percontohan. Lumbung Mataraman diproyeksikan menjadi sistem pendukung program gizi nasional melalui produk pertanian dan kerja sama dengan berbagai produsen.
Dari sisi fiskal, Ni Made mengingatkan bahwa sekitar 60 persen anggaran DIY masih bersumber dari dana transfer pusat, sehingga setiap rupiah wajib dikelola dengan akuntabilitas tinggi. Besaran alokasi tahun mendatang belum diterima secara pasti, namun diharapkan tetap stabil atau meningkat. Pendapatan Asli Daerah diperkirakan berkisar Rp1,4–1,8 triliun dari total anggaran sekitar Rp4,7–4,8 triliun.
Semangat menghadirkan manfaat nyata keistimewaan juga ditunjukkan melalui perhelatan Memetri Kaistimewan peringatan 14 Tahun UUK DIY yang dibuka di Lapangan Paseban, Bantul, Sabtu (15/8/2026). Mengusung tema Mulyaning Manah, Mukti ing Bumi, Wibawaning Jagad, kegiatan melibatkan 27 instansi dalam pelayanan publik, pameran UMKM, pasar tani, layanan administrasi, kesehatan, budaya, hingga teknologi VR. Rangkaian 297 kegiatan tersebar sebulan penuh; puncak acara 31 Agustus di Sleman, penutupan 12 September di Teras Malioboro Beskalan.
Paniradya Kaistimewan DIY, Kurniawan, menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi ruang memperkuat kolaborasi dan meneruskan nilai keistimewaan sebagai jati diri serta fondasi pembangunan berkelanjutan.(*)









