
YOGYAKARTA || WARTA-JOGJA.COM – Nama Hasan Baidhowi mencuat sebagai salah satu mahasiswa baru Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang mencatatkan prestasi membanggakan. Pemuda asal Klojen, Malang, Jawa Timur itu berhasil menembus Program Studi S1 Teknik Industri Fakultas Teknik UNY dengan skor UTBK-SNBT tertinggi di kampus tersebut tahun 2025, yakni 775,68.
Hasan merupakan lulusan SMAN 8 Malang yang lahir di Bondowoso pada 3 November 2006. Ia mengaku bahwa capaian akademiknya ini tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh persiapan, termasuk mengikuti les privat sejak akhir kelas XI. Semua itu dilakukannya berkat dukungan penuh dari kedua orang tuanya.
“Orang tua saya sangat mendukung. Mereka bahkan menyarankan saya ikut les privat di rumah, jadi saya bisa lebih fokus mempersiapkan UTBK,” ujar Hasan saat ditemui pada Rabu (6/8/2025).
Menariknya, Hasan sempat berpindah jalur peminatan saat duduk di bangku SMA. Di kelas X, ia berada di jurusan IPA, namun sejak kelas XI mengikuti jalur sosial humaniora (Soshum) karena penyesuaian dengan Kurikulum Merdeka yang diterapkan sekolah. Meski begitu, minatnya terhadap dunia teknik tak luntur.
“Sejak kelas XI saya pindah ke Soshum, tapi saya tetap belajar teknik industri secara mandiri. Saya memang sudah tertarik dengan bidang itu,” ucapnya.
Keputusannya memilih UNY sebagai tujuan kuliah pun bukan tanpa pertimbangan. Selain ingin merantau keluar dari kota asal, Hasan menilai Program Studi Teknik Industri di UNY memiliki prospek besar karena masih tergolong baru dan sedang berkembang.
“Saya lihat Teknik Industri di UNY ini masih baru tapi potensial, jadi saya ingin ambil bagian dari proses pengembangannya. Ini bisa jadi kesempatan bagus buat saya,” tuturnya.
Dalam seleksi UTBK SNBT 2025, Hasan menjadikan Teknik Industri UNY sebagai pilihan pertama, sedangkan Teknik Sipil UNY di posisi kedua.
Berdasarkan data dari UNY, prodi Teknik Industri sendiri termasuk salah satu yang paling ketat. Tahun lalu, dari 5.657 pendaftar, hanya 161 yang diterima, dengan rasio keketatan mencapai 1:36.
Hasan merupakan putra dari pasangan Azhari, seorang sopir, dan Arwati, ibu rumah tangga. Meski berasal dari keluarga sederhana, semangatnya untuk belajar dan berkembang sangat besar. Ia bahkan sudah merancang rencana aktivitas selama kuliah, mulai dari mengikuti kepanitiaan mahasiswa hingga bergabung dalam organisasi kampus.
“Saya ingin aktif di Himpunan Mahasiswa Jurusan dulu. Setelah itu, mungkin lanjut ke BEM atau UKM Robotika, karena saya tertarik dengan hal-hal teknis dan dunia robotik,” ungkapnya.
Hasan berharap, masa kuliahnya di UNY bisa menjadi titik awal untuk meraih masa depan yang lebih cerah dan memberi kebanggaan bagi kedua orang tuanya.
“Semoga saya bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik dan suatu saat bisa menjadi orang yang sukses dan bermanfaat,” pungkas.

REDAKTUR: MAWAN












