
(foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali meluluskan 1.061 wisudawan program pascasarjana dalam upacara wisuda yang digelar di Grha Sabha Pramana, Rabu (21/1/2026). Para lulusan tersebut terdiri atas 825 lulusan magister, 118 lulusan spesialis, 14 lulusan subspesialis, 104 lulusan doktor, serta 13 lulusan dari periode sebelumnya.
Dari total lulusan, sebanyak 55,33 persen merupakan perempuan dan 44,67 persen laki-laki. UGM mencatat rata-rata masa studi program magister selama 2 tahun 2 bulan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) rata-rata 3,71.
Sementara itu, program spesialis memiliki masa studi rata-rata 4 tahun dengan IPK 3,80. Untuk program doktor, IPK rata-rata mencapai 3,84, dengan 20 lulusan berhasil meraih nilai sempurna 4,00.
Rektor UGM Prof. Ova Emilia dalam pidato sambutannya menegaskan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pembangunan bangsa, khususnya melalui riset dan inovasi yang berlandaskan integritas akademik.
“Sebagai institusi pendidikan tinggi, UGM memiliki mandat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi masyarakat serta menyiapkan talenta unggul masa depan,” ujar Ova.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat transfer ilmu, tetapi juga bertanggung jawab menyiapkan sumber daya manusia yang berkarakter, adaptif, dan mampu menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi.
“UGM terus diarahkan untuk mengembangkan keilmuan yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat luas,” ucap Ova.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Ova juga memaparkan kontribusi UGM di bidang penelitian, kemanusiaan, dan pengabdian kepada masyarakat. Sejumlah riset terapan yang memperoleh pengakuan nasional disebut sebagai bukti komitmen universitas dalam menghasilkan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan secara langsung.
Di bidang kemanusiaan, lanjut Ova, UGM tercatat aktif terlibat dalam penanganan bencana di Sumatra, antara lain melalui pembangunan hunian sementara (huntara), penyediaan layanan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan air bersih dan energi listrik. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang melibatkan mahasiswa dan alumni internasional juga dinilai memperluas jejaring pengabdian UGM.
“lmu pengetahuan yang berdampak harus mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan membangun kemandirian bangsa,” tegas Ova.
Salah satu wisudawan dari perwakilan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Timor Leste, Manuel Vong. Ia menilai UGM konsisten membangun pendidikan berbasis karakter dan kepemimpinan.
“UGM kembali menegaskan perannya sebagai pusat keunggulan akademik sekaligus laboratorium pendidikan karakter dan kepemimpinan,” ucapnya.
Manuel yang saat ini menjabat sebagai Director of Doctoral – DBA Programme Dili Institute of Technology, Timor Leste, menyebut relasi akademik dengan UGM memiliki arti strategis bagi pembangunan sumber daya manusia di negaranya. Menurutnya, kolaborasi lintas negara menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan kawasan.
“Alumni UGM didorong untuk menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi inovasi, model bisnis, dan kebijakan publik yang berdampak nyata,” ujarnya.
Dalam konteks Timor Leste, kata Manuel, kolaborasi pendidikan diposisikan sebagai instrumen penting untuk memperkuat pembangunan berkelanjutan.
“Kami percaya diplomasi pendidikan dan kolaborasi akademik dapat menjadi fondasi kuat bagi pembangunan bersama Indonesia, Timor Leste, ASEAN dan global,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan wisudawan Anto Maryadi, M.Tr KKK, menyampaikan bahwa capaian akademik yang diraih para lulusan merupakan hasil dari perjalanan panjang yang penuh tantangan. Menurutnya, latar belakang wisudawan yang beragam menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tetap relevan bagi berbagai fase kehidupan profesional.
“Gelar akademik bukan sekadar simbol pencapaian, melainkan pemuatan komitmen untuk menjalankan profesi dengan lebih bertanggung jawab,” ujar Anto.
Wisudawan asal Program Magister Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sekolah Vokasi UGM tersebut menegaskan komitmen lulusan untuk menjembatani dunia akademik dan praktik. Ia berharap ilmu pengetahuan dapat diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi masyarakat, organisasi, dan bangsa.
Anto juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pimpinan universitas, dosen, serta keluarga yang menjadi bagian penting dalam perjalanan studi para lulusan.
“Kami siap membawa nilai keilmuan, etika, dan kepedulian sosial dalam setiap peran yang kami jalani,” ucapnya.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN







