
Bupati Kabupaten Sleman, DIY, Harda Kiswaya (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Menindaklanjuti program nasional “gentengisasi” yang digagas Presiden Prabowo Subianto, Bupati Kabupaten Sleman, DIY, Harda Kiswaya mengatakan bahwa wilayahnya sudah lama menerapkan penggunaan atap genteng di rumah-rumah warganya.
Bahkan, kata Harda, wilayah Godean dikenal sebagai sentra produksi genteng tanah liat sejak sebelum 1960. Seiring waktu, produksi genteng menyebar ke daerah lain di Sleman seperti Seyegan, Moyudan, dan Gamping.
“Jadi menurut saya, kebijakan bagus dari Pak Presiden peningkatan dengan gentengisasi karena memang hasilnya juga kita rasakan, kalau rumah genteng itu jauh lebih enak. Oleh karena itu tentu, kami akan meningkatkan kualitas,” ujarnya kepada wartawan ditemui usai media gathering HPN, Selasa 10 Februari 2026.
Ia menuturkan bahwa Pemkab Sleman siap mendukung sentra-sentra industri genteng untuk meningkatkan produksi sekaligus menjaga kualitas. Hal ini agar kepercayaan masyarakat untuk produksi genteng kami meningkat, meningat saat ini di wilayahnya da permasalahan berkaitan dengan kehabisan kualitas bahan baku tanahnya
“Nah, ini problemnya, sehingga produksi genteng di Sleman, khususnya di Godean itu, dari situ, ya terkendala bahan baku. Sehingga kalau sekarang yang datang kan dari pengepul,” kata Harda.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap siap mendukung program gentengisasi dari pemerintah pusat.
“Tapi itu enggak masalah bagi kami pemerintah Kabupaten Sleman, kami siap support kebijakan pemerintah pusat untuk gentengisasi. Karena memang hasilnya, kita rasakan lebih baik kalau pakai genteng,” jelas Harda.
Terkait rumah di Kabupaten Sleman yang belum menggunakan genteng. Menurutnya, jumlahnya sangat kecil.
“Disini mungkin kecil sekali yang enggak pakai genteng. Ada, tapi enggak begitu banyak. Kalau data ya, saya belum ada data itu. Tapi insya Allah, kalau ada pasti lebih besar yang pakai genteng,” ucapnya.
Sementara berdasarkan data Susenas 2024, di Sleman sudah 91,86 persen rumah beratap genteng, sementara 2,20 persen beton, 2,45 persen seng, dan sisanya 3,49 persen menggunakan atap lain.
Diketahui sebelumnya, Program gentengisasi digagas Presiden Prabowo Subianto pada Januari lalu saat meninjau hunian sementara di Aceh Tamiang. Presiden menyoroti atap seng yang membuat hunian menjadi panas dan mendorong penggunaan genteng tanah liat.
Pemerintah pun memastikan program nasional ini akan dibiayai melalui APBN 2026 dengan kebutuhan anggaran yang masih terkendali, yakni di bawah Rp1 triliun.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN








