
AR (9), siswi kelas 3 SD Negeri Gembongan, Kapanewon Sentolo, yang sempat menjadi perhatian publik karena harus bersekolah sambil mengasuh adiknya (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, KULON PROGO, DIY – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) memberikan bantuan tali asih kepada AR (9), siswi kelas 3 SD Negeri Gembongan, Kapanewon Sentolo, yang sempat menjadi perhatian publik karena harus bersekolah sambil mengasuh adiknya. Penyerahan bantuan dilakukan langsung di lingkungan SD Negeri Gembongan pada Selasa (27/1/2026), sebagai tindak lanjut atas laporan kondisi sosial ekonomi keluarga AR yang dinilai membutuhkan perhatian khusus.
Kepala Disdikpora Kulon Progo, Nur Wahyudi, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap peserta didik yang menghadapi situasi sulit namun tetap menunjukkan semangat belajar yang tinggi.
“Kami merasa tergerak setelah menerima laporan kondisi AR. Di usianya yang masih sangat belia, ia sudah menunjukkan keteguhan dan tanggung jawab yang luar biasa. Ini menjadi teladan bagi kita semua,” ujar Nur Wahyudi dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).
AR diketahui berasal dari Kalurahan Salamrejo, Sentolo. Ia terpaksa membawa adik pertamanya, ER (3), ke sekolah karena sang ibu, Rubiyanti (36), tengah menjalani pengobatan kanker payudara. Sebagai orang tua tunggal dengan kondisi kesehatan yang menurun, Rubiyanti mengalami kesulitan mengasuh anak-anaknya seorang diri.
Situasi tersebut membuat AR harus mengambil peran besar di dalam keluarga. Selain membantu pekerjaan rumah tangga, ia juga merawat sang ibu serta menjaga adiknya, bahkan saat jam pelajaran berlangsung. Kondisi ini telah dijalaninya selama kurang lebih enam bulan terakhir. Meski demikian, semangat belajar AR tidak surut.
Selain itu, Pemkab Kulon Progo memastikan lakukan pendampingan agar AR tetap dapat menempuh pendidikan secara layak tanpa kehilangan haknya sebagai anak.
“Kami ingin memastikan AR tetap bisa bersekolah dengan tenang dan masa kanak-kanaknya tetap terjaga, meski berada dalam kondisi yang tidak mudah,” tandas Nur Wahyudi.
Kepala SD Negeri Gembongan, Pri Hastuti Komarul, menyebut AR sebagai murid yang disiplin dan berprestasi di kelas.
“Setiap hari AR datang ke sekolah membawa dua tas. Satu tas untuk buku pelajaran, satu lagi berisi perlengkapan adiknya seperti susu dan pakaian ganti. Selama ini ia tidak pernah mengeluh dan tetap mengikuti pelajaran dengan baik,” tutur Pri Hastuti.
Ia menyampaikan bahwa pihak sekolah selama ini berupaya memberikan pengertian dan dukungan agar AR tetap merasa aman dan nyaman saat belajar.
“Melalui bantuan tali asih yang diberikan dari Disdikpora berharap beban ekonomi keluarga AR dapat sedikit berkurang,” ujarnya.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN





