
WARTA-JOGJA.COM, KULON PROGO, DIY – Semangat menjaga konsistensi ibadah pasca-Ramadhan menjadi ruh utama dalam kegiatan Syawalan yang diselenggarakan oleh Kalurahan Karangsari Pengasih. Bertempat di Balai Karangsari, Pengasih, Kulon Progo, acara ini dihadiri oleh jajaran perangkat Kalurahan, kader, serta tokoh masyarakat setempat.
Acara dibuka dengan khidmat oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars KB, yang menegaskan semangat nasionalisme dan pengabdian. Jalannya pertemuan dicatat secara saksama oleh kader yang bertugas sebagai notulis untuk memastikan poin-poin penting tersampaikan kepada masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Lurah Karangsari yang diwakili oleh Kamituwo Sugeng Riyanto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif penyuluh KUA yang terus mendampingi warga dalam aspek spiritual. Senada dengan hal tersebut, perwakilan BPKB, Samsudin, menekankan pentingnya kolaborasi antara penyuluh agama dan penyuluh lapangan untuk membangun ketahanan keluarga di wilayah Karangsari.
Memasuki inti acara, Mukhyidin selaku pemateri menyampaikan dua pesan kunci bagi seluruh jemaah yang hadir:
Satu; Istiqomah Amal: Peningkatan amal ibadah yang telah dipraktikkan selama Ramadan harus diteruskan secara konsisten di bulan-bulan berikutnya sebagai bukti keberhasilan puasa.
Dua; Memakmurkan Masjid: Menggiatkan kembali fungsi masjid sebagai pusat kegiatan umat, sebagaimana ramainya masjid saat salat Tarawih dan iktikaf lalu.
Kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah, di mana para kader, penyuluh, perangkat kalurahan, dan BPKB saling berbaur untuk mempererat tali silaturahmi (uhibbu fillah) demi kemajuan wilayah Karangsari Pengasih.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., memberikan pesan khusus terkait esensi syawalan tahun ini. Melalui pesan singkatnya, beliau menekankan bahwa Syawalan bukan sekadar seremoni saling memaafkan. “Syawalan adalah momentum ‘peningkatan’. Kami berharap kehadiran penyuluh di tengah masyarakat Karangsari mampu menjadi katalisator bagi warga untuk tetap menjaga ritme ibadah yang sudah terbentuk selama Ramadhan. Jangan sampai semangat itu luntur seiring berlalunya bulan suci,” tegas Rangga.

🔶 Redaktur: Mawan







