WARTA-JOGJA.COM || GUNUNGKIDUL, DIY – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Pilangrejo-Sriten, tepatnya di Padukuhan Pilangrejo, Kalurahan Pilangrejo, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Senin (2/11/2026) sekitar pukul 13.20 WIB. Sepeda motor Honda Vario merah bernomor polisi AB-2701-KV yang ditumpangi dua perempuan diduga mengalami rem blong saat melintasi jalan menurun tajam dan menikung. Kendaraan tersebut kemudian menabrak besi pengaman jalan hingga kedua korban terpental dan terjatuh ke jurang sedalam sekitar 6 meter.
Akibat kecelakaan tersebut, pengendara dan pembonceng mengalami luka serius. Keduanya selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans dan mendapatkan perawatan medis di RSUD Wonosari.
Kapolsek Nglipar AKP Paryadi, S.A.P., membenarkan peristiwa kecelakaan tunggal tersebut. Menurutnya, kejadian dilaporkan ke Polsek Nglipar sekitar pukul 13.36 WIB.
AKP Paryadi menjelaskan, kecelakaan bermula ketika sepeda motor melaju dari arah utara atau Sriten menuju selatan atau Pilangrejo.
Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan melintasi ruas jalan dengan kondisi menurun tajam dan menikung ke kiri. Pada saat bersamaan, pengendara diduga mengalami kendala pada sistem pengereman akibat rem terlalu panas.
“Sepeda motor diduga mengalami rem blong sehingga tidak dapat dikendalikan dan melaju lurus. Kendaraan kemudian menabrak besi pengaman jalan hingga kedua korban terpental dan jatuh ke jurang sedalam sekitar 6 meter,” ujar AKP Paryadi.
Akibat benturan dan terjatuh ke jurang, kedua perempuan yang berada di atas sepeda motor tersebut mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis.
Pengendara sepeda motor berinisial EAPP (25), warga Tawangsari CT II/C-4, Karangwuni, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, mengalami luka robek, patah kaki kanan, serta patah tangan kanan.
Sementara itu, pembonceng berinisial AFNM (25), warga Ngoto, Bangunharjo, Sewon, Kabupaten Bantul, mengalami patah kaki kanan.
Setelah kejadian, kedua korban berhasil dievakuasi dari lokasi kecelakaan dan dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Wonosari untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
“Kedua korban dalam kondisi sadar dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Wonosari,” kata AKP Paryadi.
Menyikapi kejadian tersebut, AKP Paryadi mengimbau masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor, agar meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jalur perbukitan yang memiliki karakteristik jalan menurun tajam dan tikungan.
Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan, terutama kelayakan sistem pengereman agar tetap berfungsi optimal.
“Kami mengimbau pengendara untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan, khususnya rem, sebelum bepergian. Saat melewati jalan menurun dan menikung, kurangi kecepatan serta gunakan teknik pengereman yang tepat. Jangan memaksakan kendaraan jika kondisi rem sudah panas atau tidak berfungsi optimal,” tegas AKP Paryadi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengguna jalan agar tidak mengabaikan kondisi kendaraan dan karakteristik medan yang dilalui. Pemeriksaan sistem pengereman serta pengendalian kecepatan menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan, khususnya di jalur perbukitan Gunungkidul yang memiliki banyak turunan dan tikungan tajam.

Redaktur: Mawan

