
YOGYAKARTA || WARTA-JOGJA.COM –
Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama komunitas Kagama Lari Untuk Berbagi (KLUB) kembali menyelenggarakan ajang lari lintas alam UGM Trail Run (UGMTR) yang akan digelar pada 21–22 September 2025 di kawasan Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Ketua Panitia UGMTR 2025, Budi Susila, menyampaikan bahwa tahun 2025 ini memasuki penyelenggaraan kelima sejak digelar pertama kali pada 2019. Kali ini menghadirkan nuansa baru, mulai dari lokasi yang lebih luas hingga variasi kategori lomba yang disesuaikan dengan berbagai tingkat kemampuan pelari.
“Kami memilih lokasi baru di Lapangan Gelora Hargobinangun, Kaliurang, yang lebih luas dan dekat dengan berbagai keindahan alam lereng selatan Gunung Merapi. Harapannya, peserta tak hanya berlari tapi juga menikmati pengalaman yang berkesan,” ujarnya dalam konferensi pers di Wisma Kagama, Sleman, Sabtu 5 Juli 2025.
Lebih detail, kata Budi, kawasan ini menawarkan udara sejuk hutan tropis, panorama bukit Turgo dan Klangon, serta keramahan penduduk sekitar. Selain memperkuat konsep sport tourism. Sehingga, menurutnya event tahunan Kagama UGM ini diharapkan bisa mendongkrak ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan wisatawan.
“Kegiatan ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga kontribusi terhadap masyarakat sekitar. Kita ingin masyarakat merasakan dampak positif dari kehadiran ribuan pelari yang datang,” tuturnya.
Pembeda di tahun ini, panitia menyediakan empat kategori lomba, yaikni diantaranya 7 km untuk pelari pemula. Serta 15 km, 30 km, dan 50 km untuk pelari tingkat lanjut.
“Dengan variasi kategori ini, kami ingin menjangkau lebih banyak pelari dari berbagai kalangan, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman,” imbuh Budi.
Lanjut Budi menyebut, pihaknya menargetkan 2.000 peserta dalam ajang tahun ini. Hal ini karena animo masyarakat sangat tinggi sejak pendaftaran dibuka Mei lalu.
“Dalam dua bulan pertama pendaftaran, sudah lebih dari 1.000 peserta mendaftar. Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa dan kami optimistis target dua ribu pelari akan tercapai,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sujito, menegaskan pentingnya aspek keselamatan dalam kegiatan trail run yang memiliki tantangan berbeda dibanding lari di jalan raya.
“Trail run tentu berbeda medan dan risikonya. Karena itu kami sudah berkordinasi dengan banyak pihak, termasuk tim medis dan SAR. Sosialisasi tentang keselamatan dan mitigasi juga akan kami lakukan secara masif,” kata Arie.
Konsep UGMTR Tahun 2025
Selain aspek olahraga, UGMTR tetap membawa misi sosial dan edukatif melalui tema “Run, Edu, Care.”
Konsep Run mencerminkan gaya hidup sehat dan seimbang, sementara Edu menghadirkan edukasi tentang mitigasi bencana dengan dukungan para ahli vulkanologi UGM.
Kemudian Care diwujudkan lewat aksi sosial seperti charity run dan penggalangan beasiswa, yang puncaknya akan digelar bertepatan dengan Dies Natalis UGM tiga bulan setelah event utama.
“Ini bukan sekadar lomba, tapi juga bentuk kepedulian UGM kepada lingkungan dan masyarakat. Melalui UGMTR, kami ingin menyampaikan bahwa olahraga bisa menjadi jalan untuk berbagi dan belajar,” pungkas Arie.
Sebagai informasi, registrasi UGMTR tahun 2025 sampai 20 Agustus 2025 melalui website https://ugmtrailrun.com/. Atau dapat memantau instagram @ugm.trailrun.

REDAKTUR MAWAN












