
Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Yudanegara ikut membantu warga yang mengantri air di Balai Padukuhan Pudak, Kalurahan Tepus, pada Senin (7/9/2026)
WARTA-JOGJA.COM || GUNUNGKIDUL, DIY – Di tengah tekanan kekeringan yang melanda Kapanewon Tepus, Polda DIY melalui Satuan Brimob Polda DIY mengoperasikan alat pengolahan air bersih (water treatment) untuk mengubah sumber air keruh menjadi air aman pakai dan konsumsi bagi warga. Kegiatan bakti sosial ini digelar bersama Pemerintah Daerah DIY dan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat di Balai Padukuhan Pudak, Kalurahan Tepus, pada Senin (7/9/2026), dihadiri pejabat tinggi DIY, jajaran kepolisian, serta sekitar 100 warga setempat. Alat ini direncanakan beroperasi selama lima hari ke depan untuk meringankan beban kebutuhan air warga selama masa krisis.
Kehadiran fasilitas pengolahan air ini bukan sekadar menyalurkan bantuan sesaat, melainkan wujud nyata sinergi lintas lembaga dalam menjawab kebutuhan paling mendasar masyarakat di musim kemarau – sekaligus menanamkan pesan bahwa di tengah kesulitan, pemerintah dan seluruh unsur kekuatan negara hadir bersama-sama mencari solusi secara gotong royong.
Acara dipenuhi kehangatan silaturahmi dan kepedulian. Hadir Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Yudanegara, didampingi Asisten Sekda DIY Aria Nugraha, Inspektur DIY Muhammad Setiadi, jajaran Kepala OPD Pemda DIY, serta unsur kepolisian: Kasubdit Tipikor AKBP Hario Duto Pamungkas, S.I.K., Wakapolres Gunungkidul Kompol Sumanto, S.H., Kapolsek Tepus, dan Tim Brimob Polda DIY. Turut hadir jajaran Forkopimkap Tepus, BPBD, dan warga setempat.
Kanjeng Gusti Yudanegara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memfasilitasi penyaluran alat pengolahan air bersih sesuai arahan Gubernur DIY.
“Alat pengolahan air bersih atau water treatment ini merupakan bantuan negara yang dimiliki oleh Satuan Brimob Polda DIY. Melalui alat ini, air yang sebelumnya keruh dapat diolah sehingga bisa langsung dikonsumsi dengan aman oleh masyarakat,” ujar Kanjeng Gusti Yudanegara.
Sementara itu, Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menegaskan bahwa kehadiran pihak kepolisian tidak terbatas pada menjaga keamanan semata, tetapi juga turut meringankan beban kemanusiaan warga.
“Polri tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan rasa aman, tetapi juga berupaya hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan kemanusiaan seperti kebutuhan air bersih. Melalui sarana yang dimiliki Satuan Brimob Polda DIY, kami berupaya memberikan manfaat nyata bagi warga yang terdampak kekeringan,” ujar Kombes Pol Ihsan.
Ia menambahkan bahwa penanganan krisis air bersih memerlukan semangat kebersamaan lintas pihak. Sinergi antara Keraton, Pemerintah Daerah, BPBD, dan kepolisian diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ini saja, melainkan terus berlanjut agar manfaatnya berkelanjutan.
“Yang kami kedepankan adalah semangat gotong royong. Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga ketika ada warga yang mengalami kesulitan mendapatkannya, seluruh unsur harus bersama-sama mencari solusi. Mudah-mudahan kehadiran water treatment ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat selama kondisi kekeringan,” jelasnya.
Pengoperasian alat pengolahan air di Padukuhan Pudak direncanakan berlangsung selama kurang lebih lima hari ke depan. Bagi warga Tepus, kehadiran alat ini bukan hanya menyediakan air yang lebih layak – tetapi juga menghadirkan kepedulian dan harapan bahwa mereka tidak sendirian melewati masa sulit ini.








