
(Foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyalurkan bantuan biaya hidup (living cost) kepada mahasiswa asal Sumatra yang tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta. Bantuan tersebut diberikan kepada mahasiswa yang daerah asalnya terdampak bencana hidrometeorologi.
Sri Sultan mengatakan, penyaluran bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dari daerah terdampak bencana merupakan tradisi panjang yang telah dijalankan Yogyakarta sejak masa pemerintahan ayahandanya, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX.
“Setiap kali ada bencana di daerah, Yogyakarta berpartisipasi tidak hanya membantu wilayah yang terdampak, tetapi juga mahasiswa yang belajar di sini agar tujuan mereka datang ke Jogja untuk kuliah tidak putus di tengah jalan,” kata Sri Sultan usai penyerahan bantuan di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (22/12/2025).
Ia menjelaskan, tradisi tersebut bermula sejak peristiwa Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatra Barat. Saat itu, banyak mahasiswa asal Sumatra yang menempuh pendidikan di Yogyakarta tidak dapat menerima kiriman biaya hidup dari orang tua mereka.
“Tradisi ini tidak hanya beberapa tahun saja. Saya ini hanya melanjutkan tradisi yang dilakukan oleh orang tua saya, HB ke-9, pada waktu peristiwa PRRI di Sumatera Barat. Itu semua mahasiswa Sumatera Barat yang sekolah di sini pada waktu kejadian PRRI dibantu,” katanya.
Menurut Sri Sultan, Pemda DIY kala itu menanggung kebutuhan hidup mahasiswa agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan hingga selesai.
“Saya mendapat cerita dari dua generasi gubernur di Sumatra Barat bahwa mereka bisa menyelesaikan pendidikan di Jogja karena pada waktu peristiwa PRRI tidak bisa dikirimi orang tuanya dan ditanggung oleh pemerintah daerah. Tradisi itu saya lanjutkan sampai hari ini,” tuturnya.
Sri Sultan menambahkan, bantuan biaya hidup serupa tidak hanya diberikan kepada mahasiswa asal Sumatra Barat, tetapi juga mahasiswa dari daerah lain yang terdampak bencana, seperti Aceh dan Papua. Pada peristiwa sebelumnya, tercatat lebih dari 300 mahasiswa asal Sumatra Barat menerima bantuan serupa.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada perguruan tinggi, yayasan pendidikan, dan masyarakat Yogyakarta yang ikut berpartisipasi membantu mahasiswa agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.
“Saya berterima kasih kepada perguruan tinggi dan seluruh warga masyarakat yang berpartisipasi. Dari pengalaman yang ada, mahasiswa yang mendapat bantuan ini dapat menyelesaikan pendidikannya karena tantangan dan beban bisa ditanggung bersama,” kata Ngarsa Dalem.
Oleh karena itu, Sri Sultan berharap bantuan biaya hidup tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi keberlanjutan pendidikan mahasiswa asal luar Yogyakarta yang sedang menempuh studi di Kota Pelajar.
“Semoga apa yang dilakukan pagi ini membawa manfaat bagi adik-adik semua untuk menyelesaikan pendidikannya,” pungkasnya.
Diketahui, Pemda DIY menyalurkan bantuan jaminan hidup (jadup) kepada 1.296 mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di DIY yang berasal dari wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Total nilai bantuan tersebut mencapai Rp 2.332.800.000.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN







