
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, kembali menegaskan komitmennya untuk memastikan kawasan seluruh Kota termasuk Kotabaru bebas dari tumpukan sampah menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Ia menilai keberadaan depo sampah di kawasan tersebut tidak lagi layak dipertahankan, terlebih karena lokasinya berdekatan dengan gereja.
“Saya itu sudah berpikir bagaimana di Kotabaru itu tidak lagi untuk menumpuk depo sampah karena di situ ada gereja. Makanya tunggu saja lah, saya ingin berusaha agar yang di Kotabaru itu sebelum Natal ini sudah bersih,” ujar Hasto kepada awak media usai jumpa pers bersama jajaran KPK di Balai Kota, Senin 8 Desember 2025.
Hasto menyebut pihaknya bahkan tengah mengupayakan pemindahan depo sampah tersebut ke lokasi lain. Namun, proses ini tidak mudah karena keterbatasan lahan di Kota Yogyakarta.
“Dan bahkan saya berusaha untuk memindah. Mohon doanya mudah-mudahan itu bisa selesai untuk memindah tempat. Karena di Kota Yogyakarta ini cari tempat tidak mudah,” katanya.
Ketika ditanya apakah pemindahan ini bersifat sementara atau permanen, Hasto menegaskan upayanya untuk menjadikan pemindahan tersebut solusi jangka panjang.
“Saya berusaha permanen, karena di situ menurut saya tidak pada tempatnya. Meskipun cari tempat lain itu tidak gampang, tapi di situ tidak pada tempatnya. Jangan sampai nanti mengganggu ibadah Natal,” tegasnya.
Kuota Sampah Ke Piyungan 300 Ton Per Minggu
Diketahui, Pemkot Yogyakarta mengerahkan 500 truk untuk mengangkut sampah dari depo-depo ke TPST Piyungan, dengan pengangkutan ditingkatkan menjadi dua kali sehari.
“Saya sebetulnya harus yakin. Meskipun ada keterbatasan kuota menerima di Piyungan oleh provinsi. Tapi ya kami harus berusaha,” ucap Hasto.
Saat ini, Yogyakarta hanya mendapat kuota 300 ton per minggu untuk membuang sampah ke TPST Piyungan.
“Bukan per hari sekarang. Per minggu dikasih 300. Kalau dibagi enam ya sehari hanya sekitar 50 ton,” jelasnya.
Sementara itu, sampah yang masih mengendap di depo kota diperkirakan mencapai sekitar 210 ton.
“Sekarang ini deponya tinggal 20 yang isi. Tapi yang utama ada 11. Jadi ya 11 kali 20, sekitar 200 ton, sekitar 210 ton,” ungkapnya.
Gunungan Sampah 2 Meter di Kotabaru
Sebelumnya, pada September 2025, sempat ada gunungan sampah di depo Kotabaru bahkan mencapai 2 meter. Kondisi ini dipicu beberapa faktor, termasuk keterbatasan kuota pembuangan ke Piyungan, yang hanya memberikan jatah maksimal 2.400 ton hingga Desember 2025.
Di sisi lain, produksi sampah harian Kota Yogyakarta mencapai 300 ton, dan meningkat saat akhir pekan atau hari libur. Selain kuota, 60 persen sampah kota merupakan sampah organik, ditambah rendahnya tingkat pemilahan sampah dari rumah serta penutupan TPA Piyungan yang kerap terjadi karena keterisian maksimal.
Dengan langkah-langkah percepatan yang dilakukan, Hasto optimistis kawasan Kotabaru dapat bersih sebelum perayaan Natal.
“Saya berusaha keras dalam rangka Natal tahun baru depo-depo sampah ini kami bersihkan,” pungkasnya.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN









