
YOGYAKARTA || WARTA-JOGJA.COM – PMI Kota Yogyakarta menyusun buku sejarah PMI DIY (dulu PMI Daerah Yogyakarta) dalam rangka 80 tahun PMI Yogyakarta yang jatuh pada September 2025 mendatang.
Menindaklanjuti hal itu, PMI Kota Yogyakarta menggelar pleno penyusunan buku sejarah tersebut dengan menghadirkan sejarawan dan pengarsip, pada Kamis, 10 Juli 2025 di Markas PMI Kota Yogyakarta.
Plt Ketua PMI Kota Yogyakarta, Haka Astana menuturkan, momen 80 tahun ini menjadi penting untuk diperingati dengan bermakna, salah satunya melalui menulis buku.
Sehingga buku tersebut nantinya akan merangkai penggal-penggal peristiwa berdasar sejarah perjalanan selama ini.
“Kami diskusi, puzzle yang masih bolong-bolong tadi, dirangkai dan dilengkapi. Kami akan merangkai untuk menyusun sejarah. Kami salah satu PMI pertama di Indonesia. Semoga dasa windu ini kami bisa berikan sumbangsih catatan berupa buku. Semoga bisa selesai tepat waktu,” ujarnya disela rapat pleno.
Haka menjelaskan bahwa PMI Yogyakarta memiliki sejarah penting bagi kepalangmerahan Indonesia. Di sisi lain, buku itu nantinya ditujukan untuk masyarakat agar memahami dengan lebih jelas tugas dan fungsi PMI.
“Harapannya tersusunnya buku bisa semakin memberikan pemahaman komplit pada masyarakat tentang ketugasan PMI dan apa yang dilakukan PMI. Kita perlu tahu juga bahwa misalnya, UU Kepalangmerahan ternyata idenya juga dari Jogja. Ini yang harus kita catat, termasuk Cabang Yogyakarta itu salah satu yang pertama di Indonesia,” katanya.
Sementara, Ketua PMI DIY, GBPH Prabukusumo yang hadir dalam pleno tersebut mengatakan, tim penyusun membuat buku tentang PMI Yogyakarta mulai dibentuk untuk merangkai sejarah sesuai apa adanya.
PMI Daerah Yogyakarta yang lahir 17 September dikatakan Gusti Prabu memiliki sejarah panjang yang sayangnya hingga kini belum terangkai dengan baik.
“PMI Daerah Yogyakarta dahulu diketuai Sri Sultan HB IX, bapak kami dan ternyata sejarahnya belum tersusun dengan rapi. Kami menginisiasi pembuatan buku dan ini masih akan kita diskusikan dengan sejarawan agar dalam penyusunan sesuai apa adanya,” ungkap Gusti Prabu.
Gusti Prabu menjelaskan, PMI Daerah Yogyakarta menjadi salah satu yang pertama terbentuk di Indonesia pada 1945 silam. Penyusunan buku dirasa sangat penting pada momen 80 tahun sebagai penanda bagi generasi berikutnya.
“Kami coba susun ulang agar generasi berikutnya bisa membaca sejarahnya secara runtut. Selama ini masih seperti puzzle yang belum tersusun. Awalnya kami temukan lembaran dokumen penting yang kemudian memantik untuk membuat buku,” katanya.
Penulis Umar
REDAKTUR MAWAN












