
(Foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Sebelum masa liburan natal dan tahun baru (Nataru) 2025, Pemerintah Kota Yogyakarta mempercepat penanganan penumpukan sampah di sejumlah depo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), proses pembersihan dilakukan intensif agar seluruh depo dapat terbebas dari timbunan sampah.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama jajaran DLH meninjau langsung proses pengangkutan sampah di beberapa titik, seperti Depo Mandala Krida, Langensari, Kotabaru, dan Tompeyan, pada Rabu 10 Desember 2025.
“Kita berusaha supaya sampah yang banyak ini bisa habis sebelum Natal dan Tahun Baru,” ujarnya kepada awak media, saat memantau proses pembersihan di Depo Kotabaru.
Hasto mengungkapkan, beberapa depo masih mengalami kelebihan kapasitas, terutama Mandala Krida, Kotabaru, dan Tompeyan. Dua titik pertama disebut menjadi prioritas utama dalam pembersihan dua hari intensif yang dijadwalkan pada 10 hingga 11 Desember 2025.
“Sebenarnya target saya tanggal sepuluh ini habis. Saya tungguin betul di lapangan. Mudah-mudahan hari ini separuh lebih sudah beres, jadi besok bisa selesai,” katanya.
Ia menyebut bahwa Pemkot akan memaksimalkan kuota pembuangan sampah ke TPST Piyungan yang diberikan Pemda DIY untuk mempercepat penyelesaian tumpukan di seluruh depo. Ditegaskan Hasto bahwa Depo Kotabaru atau depo RRI akan ditutup setelah pembersihan selesai.
“Saya akan berusaha untuk RRI ini karena tempatnya tidak tepat, akan kita tutup. Nah ini kita bersihkan dulu. Mohon doanya semoga bisa selesai,” ujarnya.
Selain itu, Hasto kembali menyoroti rendahnya kebiasaan memilah sampah di tingkat rumah tangga dan pelaku usaha.
“Gerakan memilah ini harus terus dilakukan. Karena kalau dari awal sudah dipilah, yang dibawa ke depo hanya residu. Ini soal perubahan perilaku yang harus digerakkan terus,” tegasnya.
Target 100 Rit Per Hari
Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufik, mengatakan bahwa 40 armada truk dikerahkan untuk mempercepat pengangkutan sampah. Setiap truk diharapkan mampu melakukan dua rit per hari.
“Minimal ada sekitar 80 rit yang bisa terangkut, dan targetnya kita maksimalkan sampai 100 rit per hari,” jelasnya.
Ia memastikan Mandala Krida menjadi fokus utama karena merupakan depo dengan volume sampah terbesar. Kotabaru atau depo RRI menyusul sebagai prioritas kedua mengingat lokasinya berada dekat dengan pusat kegiatan keagamaan.
Menurut Rajwan mengungkapkan bahwa Kota Yogyakarta mendapatkan tambahan kuota pembuangan sebanyak 900 ton untuk persiapan Nataru, di luar kuota reguler bulanan 1.200 ton.
“Jadi, kita maksimalkan kuota yang ada. Kita optimis sebelum Natal dan Tahun Baru nanti semua depo sudah bersih,” tandasnya.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN







