
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Pemkot Yogyakarta mempercepat pembangunan tanggul serta penataan bantaran sungai sebagai langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah rawan. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan percepatan pembangunan tersebut akan menjadi prioritas pada tahun 2026.
Menurutnya, beberapa titik rawan banjir sebenarnya sudah masuk dalam perencanaan pembangunan pemerintah kota, namun bencana terjadi lebih dahulu sebelum proyek fisik dimulai.
“Sebetulnya itu sudah kita rencanakan pembangunannya. Tapi belum sempat dikerjakan, sudah keburu terjadi banjir,” ujarnya saat ditemui di Pendopo Taman Perwira Prawirodirjan, Gondomanan, Rabu 22 Januari 2026.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah wilayah Kricak, Kemantren Tegalrejo, yang baru-baru ini terdampak banjir akibat ambrolnya talud Sungai Buntung. Untuk penanganan cepat, Pemkot Yogyakarta akan berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak dalam pembangunan tanggul di lokasi-lokasi rawan.
“Untuk tanggul, kami siap bangun dan berkolaborasi dengan Kepala Balai. Targetnya tahun ini selesai,” katanya.
Lanjut Hasto mengungkapkan, anggaran dari pemerintah kota telah disiapkan untuk mendukung percepatan pembangunan tersebut. Selain tanggul, Pemkot juga akan melakukan perbaikan permanen terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan parah akibat banjir.
“Ada rumah yang bawahnya ngeronggong, bahkan kamar mandi hilang karena banjir, terutama di perbatasan Kota Yogyakarta dan Bantul. Itu akan kita tangani dengan bangunan permanen,” ungkapnya.
Ia menegaskan, perbaikan tidak lagi menggunakan bronjong atau bangunan sementara, melainkan konstruksi permanen agar lebih aman dan tahan terhadap cuaca ekstrem di masa mendatang.
Serta, Pemkot Yogyakarta juga menyiapkan penataan menyeluruh di bantaran sungai, khususnya di sepanjang Sungai Code, Gajahwong, dan Winongo. Penataan dilakukan secara bertahap dengan konsep mundur, munggah, dan madep kali, sesuai arahan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Nanti rumah-rumah akan mundur, ditinggikan, dan menghadap sungai. Di depannya sekaligus dibuat jalan inspeksi,” imbuh Hasto.
Sedangkan pada tahun ini, lanjut Hasto, penataan bantaran sungai akan difokuskan pada tiga ruas utama. Salah satunya berada di Kali Code, termasuk kawasan Jembatan Gondolayu, yang sebelumnya telah dilakukan relokasi terhadap sekitar 14 rumah warga. Selain itu, penataan juga menyasar sebagian bantaran Sungai Gajahwong dan satu titik di Sungai Winongo.
“Totalnya ada tiga titik yang kita kerjakan tahun ini,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, talud Sungai Buntung di wilayah Bangunrejo RT 57 RW 13, Kelurahan Kricak, Kemantren Tegalrejo, ambrol pada Sabtu (17/1/2026) sore. Talud tersebut dilaporkan runtuh sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar 4 meter dan tinggi 3 meter, sehingga meningkatkan risiko banjir di kawasan permukiman sekitar.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN











