
(foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar media gathering bersama insan pers di Sajian Kembang Turi Resto, Sleman, Selasa 9 Februari 2026. Kegiatan ini dikemas dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan melalui rangkaian acara pembukaan, aktivitas outbound dan team building, serta jumpa pers bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dan Panitia HPN Sleman 2026.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum awal untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan media dalam membangun Kabupaten Sleman.
“Secara kelembagaan hampir satu tahun saya mengaktifkan di Sleman sebagai Bupati, ini baru kali ini. Mudah-mudahan ini bukan yang terakhir, bahkan ini awal dari kita berkolaborasi bagaimana membangun Sleman,” ujar Harda dalam sambutannya.
Menurutnya, kolaborasi yang terbangun dengan baik akan mempercepat dan memperluas pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang sehat antara pemerintah dan media agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat dipahami secara utuh.
“Saya berharap betul-betul media-media ini ayo seduluran, seketenangan, seikhlas, sehingga dari seduluran ini insya Allah membawa berkah untuk semuanya,” tuturnya.
Harda mengusung semangat “sedulur sak lawase” sebagai fondasi hubungan antara Pemkab Sleman dan insan pers. Ia menilai komunikasi dari hati ke hati menjadi kunci utama agar kolaborasi dapat berjalan berkelanjutan.
“Betul-betul komunikasi dengan hati. Kolaborasi ini tidak mudah diwujudkan kalau tidak didasari ketulusan dan keikhlasan,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Harda juga mengungkapkan rencana Pemkab Sleman untuk menyediakan ruang media center bagi insan pers, meskipun di tengah keterbatasan anggaran daerah.
“Saya masih punya utang menyediakan tempat untuk penjenengan beraktivitas. Saya ingin membangun ruang media center yang bisa membantu pekerjaan penjenengan, ini sedang saya carikan,” ungkapnya.
Meskipun anggaran Pemkab Sleman tahun ini mengalami pengurangan sebesar Rp 279 miliar dari pemerintah pusat, pihaknya tetap berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Walaupun tahun ini anggaran kami dikurangi 279 miliar, Alhamdulillah realisasi 2025 sebesar 1,4 triliun bisa saya naikkan menjadi sekitar 1,6 triliun,” katanya.
Harda juga memaparkan capaian kinerja Pemkab Sleman, di antaranya penataan sistem merit ASN yang dinilai terbaik secara nasional serta capaian pelayanan publik yang menempati peringkat kedua se-Indonesia.
“Alhamdulillah, penataan pegawai Sleman terbaik di Indonesia. Pelayanan publik juga nomor dua se-Indonesia, hanya kalah dua poin dari Sumedang,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa peran media sangat strategis sebagai corong pemerintah dalam menyampaikan kebijakan dan program kepada masyarakat.
“Saya ingin media punya peran yang bagus saat ini dan seterusnya, sebagai corong pemerintah untuk menginformasikan kebijakan dan program demi kepentingan masyarakat,” katanya.
Melalui media gathering ini, Harda kembali berharap terbangun komunikasi yang semakin erat, kekompakan, serta semangat kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan media dalam mendukung penyebaran informasi yang konstruktif dan berimbang.
“Insya Allah kalau kita sedulur sak lawase, Sleman akan terbantu, tugas-tugas penjenengan terbantu, tugas-tugas pemerintah juga terbantu,” pungkasnya.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN







