
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Joko Pintoyo terpilih kembali menjadi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gunungkidul sesuai keputusan hasil Musyawarah Kabupaten (Mukab) untuk periode 2026-2031.
Amanah yang diemban Joko Pintoyo untuk memajukan perekonomian di Bumi Handayani, mulai dari penguatan sektor UMKM hingga pemerataan pembangunan industri di wilayah utara.
Ke depannya ia akan melakukan pendampingan bagi pelaku UMKM yang masih gagap teknologi. Joko menyatakan akan membentuk komisi tetap yang khusus membidangi informatika dan teknologi.
”Ke depan kami akan memiliki komisi tetap terkait informatika dan teknologi. Kami akan bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UKM untuk membina UMKM agar lebih melek teknologi, sehingga usaha mereka bisa terus tumbuh dan berkembang lebih baik,” ujar Joko.
Di bidang pariwisata ia berkomitmen mendorong investasi yang tetap menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan karst.
“Pentingnya transparansi dan prosedur menyangkut star pembangunan. Konsep pembangunan harus dipaparkan sejak awal, termasuk kaitannya dengan dampak lingkungan, sehingga semua prosesnya jelas (clear) dari awal,” tegasnya.
Ia juga memaparkan adanya potensi yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul, potensi itu akan ia proyeksikan menjadi kawasan industri padat karya.
Joko melihat potensi besar di wilayah utara untuk industri garmen atau tekstil yang tidak membutuhkan banyak sumber air atau limbah cair besar, namun mampu menyerap banyak tenaga kerja. Hal ini berkaca pada kondisi banyak warga Gunungkidul yang sebelumnya bekerja di industri besar seperti Sritex namun kini terdampak PHK.
”Harapan kami di daerah utara dan Semanu bisa tumbuh menjadi sentra industri. Saat ini di Ngawen sudah ada industri dengan sekitar 150 karyawan, dan akan terus kita dorong hingga bisa menyerap lebih dari 2.000 tenaga kerja. Dengan tumbuhnya industri ini, kami berharap PAD (Pendapatan Asli Daerah) meningkat dan angka pengangguran bisa ditekan secara signifikan,” tutup Joko.











