WARTA-JOGJA.COM, PURWOREJO, JATENG – Harapan warga Dusun Sembuh, Desa Kebon Gunung, Kecamatan Loano, untuk memiliki akses transportasi yang layak akhirnya mulai terwujud. Polres Purworejo resmi memulai pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang ditandai dengan doa bersama dan peletakan batu pertama pada Rabu (18/2/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom., didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo H. Suranto, ST, S.Sos., M.PA., serta dihadiri jajaran pejabat utama Polres, perwakilan Kodim 0708 Purworejo, Forkompincam Loano, perangkat desa, alim ulama, dan tokoh masyarakat setempat.
Difungsikan sebagai Jalan Usaha Tani
Jembatan Merah Putih Presisi ini akan difungsikan sebagai Jalan Usaha Tani (JUT) yang sangat vital bagi mobilitas warga. Selama ini masyarakat hanya mengandalkan jembatan bambu darurat yang kerap hanyut saat banjir akibat derasnya arus Daerah Irigasi (DI) Bogowonto. Kondisi tersebut kerap menghambat aktivitas pertanian dan distribusi hasil panen.
Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menegaskan, pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam membantu masyarakat, khususnya di sektor produktif.
“Pembangunan jembatan ini kami inisiasi bersama berbagai stakeholder dan rekanan. Harapannya dapat mempermudah mobilitas alat mesin pertanian serta memperlancar distribusi sarana produksi dan hasil panen warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program nasional yang selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung ketahanan pangan, serta sinergi TNI-Polri dalam pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Pangkas Waktu Tempuh hingga 25 Manit
Jembatan sepanjang 20 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut dirancang untuk dilalui kendaraan roda dua, roda tiga, serta traktor pertanian, namun tidak untuk kendaraan berat. Pengerjaan ditargetkan rampung dalam 30 hari agar segera dapat dimanfaatkan warga.
Kepala Desa Kebon Gunung, Fatah Kusumo Handogo, SE., mengungkapkan bahwa sebelum proyek ini dimulai, warga sempat memiliki jembatan gantung semi permanen yang dua kali hilang tersapu banjir. Sejak itu, warga bertahan dengan jembatan bambu yang harus diperbaiki hampir setiap tahun.
Dengan adanya jembatan permanen ini, waktu tempuh menuju lahan pertanian di Desa Kebon Gunung, Mudalrejo, dan Maron dapat dipangkas hingga 20–25 menit. Akses yang lebih cepat dan aman diharapkan meningkatkan efisiensi distribusi hasil panen sekaligus produktivitas petani.
Apresiasi Pemkab Purworejo
Pemerintah Kabupaten Purworejo turut mengapresiasi langkah Polres Purworejo tersebut. Sekda Suranto menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi sejalan dengan program Kapolri yang bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
“Ini bukti nyata kolaborasi antara Polri dan pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur desa. Dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat, terutama para petani,” tegasnya.
Dengan semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak, Jembatan Merah Putih Presisi diharapkan menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat sekaligus penguat konektivitas desa demi kesejahteraan bersama.

🟢 Redaktur: Mawan





