
Penyuluh Agama Islam KUA Sewon yang juga Koordinator Podcast, Rustam (kanan) foto : Rtm
WARTA-JOGJA.COM, BANTUL, DIY – Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Kecamatan Sewon berkolaborasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Sewon menggelar kegiatan pelatihan hisab rukyat, sebuah langkah strategis untuk menghidupkan kembali khazanah ilmu falak serta memperdalam pemahaman mengenai Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) di tengah arus tantangan dan kemajuan era digital. Acara yang sarat nilai keilmuan ini berlangsung di Aula Balai Nikah KUA Sewon pada Ahad (17/5/2026), dan dihadiri secara aktif oleh para da’i, penyuluh agama Islam, serta para pengurus dan takmir masjid se-Kecamatan Sewon.
Rustam, Penyuluh Agama Islam KUA Sewon yang juga bertindak sebagai Koordinator Podcast dalam kegiatan tersebut, menyampaikan harapan besarnya agar forum ini dapat menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya ilmiah, namun juga aplikatif. Ia juga mendorong para peserta, khususnya pengurus masjid, untuk memanfaatkan layanan resmi pengukuran arah kiblat yang disediakan oleh pihak KUA Sewon. Rangkaian acara diperkaya dengan sesi diskusi podcast bersama ketua panitia, serta praktik langsung pengamatan hilal yang dilaksanakan di Pos Observasi Bulan Syekh Bela Belu, kawasan Parangtritis.
“Pemahaman mengenai hisab rukyat sejatinya bukan sekadar berfungsi sebagai metode penentuan awal bulan Hijriah semata, melainkan merupakan bagian tak terpisahkan dari kekayaan intelektual dan warisan peradaban Islam yang wajib terus dijaga, dikembangkan, dan dihidupkan kembali,” ungkap Rustam menjelaskan esensi kegiatan.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Nawawi, menambahkan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah untuk memperkuat landasan pemahaman para peserta, khususnya kalangan takmir masjid, terkait prinsip-prinsip hisab, rukyat, serta konsep Kalender Hijriah Global Tunggal.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, para takmir dan peserta umumnya dapat memiliki pemahaman yang lebih utuh, menyeluruh, dan mendalam mengenai ilmu falak, yang pada akhirnya menjadi bagian penting dari peningkatan literasi keagamaan masyarakat yang berbasis ilmu pengetahuan,” tegas Nawawi.
Manfaat nyata dari pelatihan ini pun dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satunya adalah Gus Yusuf Ali Muhtar, pengurus Takmir Mushalla Darul Hasanah, Jokerten, Timbulharjo, Sewon. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan teknis maupun teoritis seputar hisab rukyat, sekaligus memperkuat kerangka berpikir keagamaan yang lebih ilmiah, rasional, dan berimbang di kalangan pengelola tempat ibadah.

🔶 Redaktur : Mawan







