
WARTA-JOGJA.COM, KULON PROGO, DIY – KUA Pengasih terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang menyentuh langsung aspek sosial dan keagamaan masyarakat. Melalui program inovatif SiKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH, Berdaya Agamis dan Inklusif), Penyuluh Agama Islam bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) menggelar pertemuan rutin di Kedungsari pada Selasa (09/06/26).
Bertempat di kediaman Ibu Sri Sulastri, RT 016, Kalinongko, Kalurahan Kedungsari, Pengasih, kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh puluhan keluarga penerima manfaat (KPM) PKH setempat. Pertemuan ini mengkolaborasikan dua dimensi penting dalam pembangunan keluarga, yakni pemberdayaan ekonomi-pendidikan dan penguatan mental-spiritual.
Dalam sesi pertama, Pendamping PKH, Eny Puri Rahayu, memberikan sosialisasi mengenai Sekolah Rakyat Kementerian Sosial (Kemensos). Program ini berfokus pada upaya nyata memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui penyediaan fasilitas pendidikan berasrama gratis dengan standar unggulan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
Sementara itu, dari sisi penguatan keagamaan, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos, menyampaikan materi bimbingan yang mendalam mengenai pentingnya menjaga thaharah (kesucian) dengan merujuk pada hadis Rasulullah SAW
الطُّهُورُشَطْرُالْإِيمَانِ
“Bersuci/kebersihan adalah setengah dari iman.”
Dalam paparannya, Musodiqin menegaskan bahwa makna dari hadis tersebut bukan sekadar urusan kebersihan fisik semata. “Hadis ini menegaskan bahwa kebersihan, baik lahir maupun batin, adalah fondasi penting yang mencerminkan kesempurnaan iman dan ibadah seorang Muslim. Keluarga yang sehat dan berdaya harus dimulai dari lingkungan yang suci dan hati yang bersih,” jelasnya di hadapan para peserta.
Dihubungi secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi pelaksanaan program SiKAP BAIK di lapangan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor seperti ini merupakan model pelayanan prima yang dibutuhkan masyarakat saat ini.
“Kami di KUA Pengasih sangat mendukung penuh kolaborasi program SiKAP BAIK ini. Urusan mengentaskan kemiskinan tidak bisa hanya bertumpu pada bantuan materi atau pendidikan formal saja, tetapi harus diimbangi dengan sentuhan rohani dan pembinaan mental keagamaan. Ketika pendamping PKH bergerak memutus rantai kemiskinan struktural, Penyuluh Agama masuk untuk membentengi moral dan spiritual keluarga. Inilah wujud nyata dari pelayanan yang agamis dan inklusif,” tegas Rangga.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan interaktif ini diharapkan dapat memotivasi warga Kalinongko untuk terus meningkatkan taraf hidup melalui jalur pendidikan, sekaligus menjaga pembiasaan hidup bersih dan suci sebagai cerminan kualitas keimanan dalam keluarga.(myid)
🌐 Penulis
🔴 Redaktur: Mawan







