
GUNUNGKIDUL, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, S.E., M.M., resmi dikukuhkan menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Gunungkidul untuk masa bakti 2026–2031. Acara penyerahan Surat Keputusan (SK) dan pelantikan berlangsung Sabtu (4/7/2026) di lokasi Wisata Wunung Giri Selo Kandho, Kecamatan Wonosari.
SK pengukuhan diserahkan secara langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) TMI, Don Muzakir.
Dalam pidato perdananya, Joko Parwoto menyatakan amanah ini merupakan tanggung jawab besar, bukan kehormatan semata. “Kami berjuang demi kesejahteraan petani dan kemajuan pertanian daerah, selaras cita-cita Bapak Presiden Prabowo Subianto mewujudkan kedaulatan pangan. Sebuah bangsa tidak akan berdaulat jika belum mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri,” ujarnya.
Untuk mencapai sasaran tersebut, TMI Kabupaten Gunungkidul menetapkan lima arah gerakan utama:
1. Meningkatkan produksi pangan melalui penyebaran benih unggul, penerapan alat mesin pertanian, serta perbaikan sistem irigasi;
2. Mendorong petani naik kelas melalui pelatihan manajemen usaha, literasi digital, dan akses permodalan;
3. Mengembangkan hilirisasi hasil pertanian guna menambah nilai jual dan daya saing produk;
4. Melakukan regenerasi petani dengan mengajak generasi muda terjun ke pertanian modern;
5. Membangun kolaborasi erat dengan pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, serta seluruh elemen masyarakat.
“Kami hadir menjawab kebutuhan nyata petani: mulai ketersediaan benih, pupuk, modal, jaminan pasar, hingga pendampingan teknis. Keberhasilan organisasi ini diukur semata dari peningkatan taraf hidup petani,” tegas Joko.
Sementara itu, Ketua Umum DPN TMI Don Muzakir menjelaskan nama “Tani Merdeka” diusulkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, sebagai kelanjutan semangat kemerdekaan Bung Karno dalam memajukan kaum marhaen dan masyarakat pedesaan.
Organisasi ini terbentuk sejak tiga tahun silam, lahir dari keresahan luas petani terkait harga hasil panen yang tidak menguntungkan serta kesulitan akses pupuk bersubsidi. Sepanjang perjalanannya, TMI telah mendorong peningkatan intensitas tanam, menyalurkan alat pertanian hingga ke desa terpencil, menindak 2.500 titik kios pupuk yang melanggar aturan, serta bergerak aktif mewujudkan swasembada gula nasional.
“Kami berkomitmen memastikan setiap kebijakan dan bantuan pemerintah sampai tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu ke tangan petani yang berhak,” tambah Don Muzakir.
Hingga berita ini disiarkan, seluruh pengurus DPD TMI Gunungkidul telah resmi melaksanakan tugasnya.









