YOGYAKARTA, WARTA-JOGJA.COM – Jembo Cable Bimasakti Racing Team Universitas Gadjah Mada resmi berangkat mewakili Indonesia satu-satunya ke ajang Formula SAE Italy 2026 yang berlangsung pada 2–6 September di Autodromo Riccardo Paletti, Varano de’ Melegari, Parma, Italia. Tim mahasiswa UGM membawa mobil balap formula hybrid hasil pengembangan mandiri, BM-15H, untuk bersaing di Kelas 1 melawan 57 tim dari 54 universitas yang mewakili 15 negara. Keikutsertaan tahun ini menandai peningkatan signifikan dari partisipasi tahun lalu, di mana Bimasakti kini tampil lengkap pada rangkaian acara statis maupun dinamis setelah sebelumnya meraih sejumlah penghargaan bergengsi di kategori peninjauan desain.
Kemajuan dari BM-14H: Peningkatan Kualitas dan Kesiapan Kompetisi
Pada Formula SAE Italy 2025, Bimasakti masih berada dalam tahap pengembangan kendaraan sehingga berkompetisi di Kelas 3 atau Kategori Peninjauan Desain. Meski belum turun ke lintasan untuk acara dinamis, tim berhasil meraih Juara 1 Presentasi Rencana Bisnis, Juara 2 Perancangan dan Manufaktur Biaya, Juara 3 Desain Teknik, serta Juara 2 Secara Keseluruhan Kelas 3.
Prestasi tersebut menjadi fondasi pengembangan lanjutan. BM-15H hadir sebagai wujud penyempurnaan menyeluruh atas kendaraan pendahulunya. Pengembangan mencakup pembaruan dinamika kendaraan melalui desain front push rod serta penggunaan penyangga kestabilan depan dan belakang, penyempurnaan bentuk bodi demi efisiensi aerodinamika yang lebih tinggi, kerangka kendaraan yang lebih ringan namun tetap kokoh, hingga penyesuaian rasio penggerak akhir guna mengoptimalkan performa mesin.
Sistem Hybrid dan Teknologi Kendaraan Semakin Matang
Penyempurnaan tidak hanya terjadi pada struktur fisik kendaraan. Sistem penggerak hibrida dan perangkat kendali juga mengalami pembaruan menyeluruh. Roda gigi pembawa gerak direkayasa ulang agar lebih mudah dirakit dan lebih tahan lama. Sistem penyimpanan energi dikembangkan dengan arsitektur komponen baru yang mampu menyalurkan daya lebih besar sekaligus menjaga suhu kerja tetap stabil.

Kendaraan kini dilengkapi sistem kendali yang mendistribusikan momen putar ke roda secara terarah sesuai kondisi lintasan (torque vectoring), pemantauan data secara langsung selama perjalanan, serta unit kendali pusat yang mengintegrasikan seluruh sistem keselamatan dan kinerja kendaraan. Hal ini menjadikan BM-15H bukan sekadar kendaraan balap, melainkan wahana penelitian teknologi mobilitas masa depan yang nyata.
Menghadapi Tantangan Lengkap: dari Desain hingga Ketahanan di Lintasan
Di Italia, Bimasakti menghadapi dua kelompok penilaian utama. Acara statis menguji kelayakan bisnis, ketepatan perhitungan biaya produksi, serta kedalaman pemikiran rekayasa di balik desain kendaraan. Sementara acara dinamis menguji langsung kinerja kendaraan di lintasan: akselerasi, kemampuan menikung, manuver, ketahanan jarak jauh, serta efisiensi penggunaan energi. Sebelum turun ke lintasan, kendaraan wajib lolos pemeriksaan teknis ketat yang menjamin keselamatan dan kepatuhan terhadap seluruh regulasi kompetisi.
Seluruh pencapaian ini lahir dari kerja keras 67 mahasiswa aktif UGM yang berasal dari beragam fakultas, yang berkolaborasi dalam divisi teknik, operasional, serta penyusunan laporan dan presentasi. Bimasakti berdiri sejak tahun 2010 sebagai tim mahasiswa Formula Student pertama di Indonesia, dan telah membawa nama bangsa ke kompetisi di Jepang, India, Australia, Belanda, Spanyol, hingga Italia.
Membawa Nama Indonesia di Jarak 11.600 Kilometer
Jarak Yogyakarta menuju Italia membentang sejauh 11.600 kilometer. Namun jarak fisik tersebut tidak mengurangi tekad tim untuk membuktikan bahwa inovasi lahir di Indonesia mampu bersanding dengan karya institusi pendidikan dunia. BM-15H menjadi bukti bahwa kemandirian teknologi nasional tumbuh dari ketekunan, kolaborasi lintas disiplin, dan semangat terus berkembang.
Masyarakat dapat mengikuti perjalanan Bimasakti Racing Team melalui akun media sosial resmi: Instagram dan TikTok @bimasaktiugm, LinkedIn Bimasakti Racing Team, serta X (Twitter) @bimasakti_ugm. Semangat tim: “Together We Grow, Together We Accelerate.”
Penulis: Erina Surviva Maulidina/ Siaran Pers FSAE Italy


