foto Olivia Rianjani
WARTA-JOGJA.COM, SLEMAN, DIY – Manajemen Trans Home menyampaikan duka cita mendalam atas kebakaran yang melanda area operasional pusat perlengkapan bangunan Trans Home di Kabupaten Sleman, Kamis (1/10/2026). Dalam musibah tersebut, dua karyawan meninggal dunia, sementara sejumlah korban luka telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Dua karyawan yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut masing-masing Wiken Novalia Davin (19), warga Tawang Tanjungan, Tirtomartani, Kalasan, dan Sulistyani (44), warga Marangan, Bokoharjo, Prambanan.
Pusat Informasi dan Komunikasi Krisis Trans Home melalui keterangan resminya menyatakan bahwa meninggalnya kedua pekerja tersebut menjadi duka mendalam bagi seluruh jajaran perusahaan.
“Segenap manajemen dan keluarga besar Transhome menyampaikan rasa duka cita dan belasungkawa yang paling mendalam atas berpulangnya dua rekan kerja terbaik kami Sdri. Wiken Novalia Davin dan Sdri. Sulistyani, dalam musibah kebakaran yang menimpa area operasional Transhome di Sleman,” ujar manajemen Trans Home dalam pernyataan tertulis yang dikutip dari akun Instagram resmi perusahaan, Jumat (2/10/2026).
Manajemen menyebut Wiken dan Sulistyani merupakan pekerja yang memiliki dedikasi serta integritas tinggi selama menjalankan tugas di perusahaan.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kemanusiaan, Trans Home menyatakan akan mendampingi seluruh proses penanganan kedua korban hingga pemulasaraan dan pemakaman.
“Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kemanusiaan, pihak manajemen Transhome berkomitmen penuh untuk mendampingi seluruh proses pemulasaraan hingga pemakaman, serta memastikan seluruh proses penghormatan terakhir bagi almarhum dan almarhumah berjalan dengan baik dan layak,” tegas manajemen.
Trans Home Janji Penuhi Hak Ketenagakerjaan
Selain mendampingi proses pemulasaraan hingga pemakaman, Trans Home menyatakan akan memenuhi hak-hak ketenagakerjaan, asuransi, serta santunan darurat bagi keluarga korban.
Perusahaan juga berkomitmen memberikan dukungan moral dan materiil kepada keluarga yang ditinggalkan selama menghadapi masa sulit akibat musibah tersebut.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menangani dampak kebakaran, khususnya terhadap para pekerja yang menjadi korban serta keluarga mereka.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Terkait penyebab kebakaran, manajemen Trans Home memastikan telah berkoordinasi dengan instansi berwenang, termasuk Kepolisian, Pemadam Kebakaran, dan Tim Laboratorium Forensik (Labfor).
“Saat ini, manajemen Transhome juga berkoordinasi penuh dan kooperatif bersama pihak berwenang untuk penanganan musibah serta proses penyelidikan lebih lanjut,” terang manajemen.
Kepolisian hingga Jumat (2/10/2026) masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap titik awal dan penyebab pasti kebakaran.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan petugas masih melakukan serangkaian langkah penyelidikan di lokasi kejadian.
“Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam pendalaman. Petugas melakukan pengamanan dan olah TKP, pemeriksaan saksi, pengecekan CCTV, serta pendalaman informasi untuk mengetahui titik awal dan penyebab pasti kebakaran,” ujar Argo saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2026).
Dengan demikian, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil penyelidikan serta pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Trans Home Pastikan Pesanan Pelanggan Tetap Dipenuhi
Di tengah proses penanganan pascakebakaran, manajemen Trans Home juga memberikan kepastian kepada pelanggan terkait transaksi dan pengiriman barang yang sempat mengalami penundaan akibat insiden tersebut.
Perusahaan menyatakan bertanggung jawab atas seluruh pesanan yang telah masuk dan memastikan proses pengiriman akan tetap dilakukan hingga tuntas.
“Kami memahami sepenuhnya kekhawatiran serta ketidaknyamanan yang timbul akibat adanya penundaan pengiriman. Untuk itu, Transhome menyatakan bertanggung jawab penuh 100% atas seluruh pesanan yang telah ditransaksikan oleh konsumen,” tegas manajemen.
Saat ini, tim internal Trans Home tengah melakukan penyesuaian operasional dan sistem logistik agar distribusi barang pesanan konsumen dapat kembali berjalan dengan aman dan tepat.
Perusahaan menyebut pembaruan status pengiriman akan disampaikan secara berkala melalui saluran resmi Trans Home.
Sementara itu, pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat mengakses layanan Customer Care melalui kontak WhatsApp atau hotline yang tercantum pada media sosial resmi Trans Home.
Kebakaran Trans Home Berlangsung dari Siang hingga Malam
Kebakaran sebelumnya melanda pusat perlengkapan bangunan Trans Home yang berada di Jalan Jogja-Solo Km 11, Padukuhan Mangunan, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Kamis (1/10/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB dan berlangsung hingga malam hari. Selain menyebabkan dua karyawan meninggal dunia dan sejumlah korban mengalami luka, kebakaran juga mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah.
Hingga Jumat (2/10/2026), proses penanganan pascakebakaran masih berlangsung. Aparat kepolisian bersama pihak terkait terus melakukan penyelidikan untuk memastikan titik awal serta penyebab kebakaran.
Di sisi lain, manajemen Trans Home menyatakan akan terus mendampingi keluarga korban, memenuhi hak-hak yang menjadi tanggung jawab perusahaan, serta melakukan penyesuaian operasional agar pelayanan kepada pelanggan dapat kembali berjalan.

Redaktur: Mawan

