WARTA-JOGJA.COM, SEMARANG, JATENG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan bantuan biaya kos selama tiga bulan senilai total Rp374,2 juta kepada 224 mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang. Bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban mahasiswa yang keluarganya terdampak gempa bumi pada Agustus 2026, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya tempat tinggal.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan pada Kamis, 8 Oktober 2026, oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur bersama pelaksana Bidang Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah, Imam Ihwandi.
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap mahasiswa asal NTT yang menghadapi kesulitan ekonomi dan komunikasi dengan keluarga setelah bencana gempa bumi melanda daerah asal mereka.
Ahmad Luthfi Beri Perhatian Khusus kepada Mahasiswa NTT
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur menyampaikan bahwa perhatian Gubernur Ahmad Luthfi terhadap mahasiswa asal NTT telah ditunjukkan melalui kunjungan langsung ke salah satu tempat kos atau asrama mahasiswa NTT di Kota Semarang pada September 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi melihat secara langsung kondisi mahasiswa yang harus tetap menjalani aktivitas perkuliahan di tengah situasi sulit akibat bencana yang menimpa keluarga mereka.
“Bapak Gubernur langsung memberikan perhatian pada adik-adik mahasiswa dengan memberikan bantuan biaya kos selama tiga bulan,” kata Imam Maskur.
Menurut Imam Maskur, bantuan biaya tempat tinggal tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan dasar selama menjalani perkuliahan. Dengan demikian, mereka dapat lebih berkonsentrasi pada kegiatan akademik tanpa harus terlalu terbebani oleh persoalan pembiayaan kos.
Perhatian tersebut juga penting bagi mahasiswa yang sedang berada pada semester akhir. Dukungan biaya tempat tinggal diharapkan membantu mereka menyelesaikan studi sesuai target waktu yang telah direncanakan.
Bantuan Meringankan Beban Mahasiswa Pascagempa
Bencana gempa bumi yang terjadi di NTT pada Agustus 2026 turut menimbulkan kekhawatiran bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Jawa Tengah. Sebagian mahasiswa menghadapi kendala untuk berkomunikasi dengan orang tua dan keluarga di kampung halaman setelah bencana tersebut.
Dalam situasi demikian, dukungan biaya tempat tinggal menjadi salah satu bentuk bantuan yang dapat membantu mahasiswa mempertahankan keberlangsungan pendidikan mereka.
Bantuan senilai Rp374,2 juta yang diberikan kepada 224 mahasiswa tersebut dialokasikan untuk membiayai kebutuhan kos selama tiga bulan. Dukungan ini diharapkan dapat mengurangi tekanan ekonomi yang dirasakan mahasiswa sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk tetap menjalankan kewajiban akademik.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui bantuan tersebut menunjukkan perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan mahasiswa perantauan yang menghadapi situasi darurat di daerah asalnya.
Mahasiswa NTT Sampaikan Terima Kasih
Para mahasiswa asal NTT menyampaikan apresiasi atas bantuan biaya kos yang diberikan oleh Gubernur Ahmad Luthfi. Meskipun gubernur tidak hadir secara langsung dalam acara penyerahan bantuan pada 8 Oktober 2026, para mahasiswa mengaku merasakan manfaat dari dukungan tersebut.
“Terima kasih pada Bapak Gubernur Jateng atas bantuan kos selama tiga bulan ke depan,” kata mahasiswa.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi para penerima, terutama dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal selama menjalani perkuliahan. Dengan berkurangnya beban biaya kos, mahasiswa diharapkan dapat lebih fokus mengikuti kegiatan belajar, menyelesaikan tugas akademik, dan mempersiapkan kelulusan.
Pemprov Jateng Sebelumnya Kirim Bantuan ke NTT
Kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap masyarakat NTT tidak hanya diwujudkan melalui bantuan biaya kos bagi mahasiswa. Sebelumnya, pada September 2026, Ahmad Luthfi telah mengunjungi tempat kos mahasiswa NTT di Kota Semarang dan memberikan bantuan logistik berupa makanan.
Selain itu, Pemprov Jawa Tengah juga mengirimkan bantuan kemanusiaan ke NTT dalam dua tahap pada Agustus dan September 2026. Bantuan tersebut meliputi logistik, relawan, tenaga medis, serta obat-obatan untuk mendukung penanganan dampak bencana.
Rangkaian bantuan tersebut mencerminkan upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat terdampak bencana, termasuk mahasiswa yang berada jauh dari keluarga dan kampung halaman.
Melalui bantuan biaya kos selama tiga bulan ini, diharapkan 224 mahasiswa asal NTT dapat terus melanjutkan pendidikan dengan lebih tenang, menjaga prestasi akademik, serta menyelesaikan studi sesuai rencana meskipun keluarga mereka tengah menghadapi dampak bencana gempa bumi.

Redaktur: Mawan

