WARTA-JOGJA.COM || GUNUNGKIDUL, DIY – Sebanyak sembilan ekor kambing milik dua warga Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, ditemukan mati dengan kondisi luka dan tubuh tercabik-cabik pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Kematian ternak yang ditemukan di Bulak Belang, Padukuhan Bamban, tersebut diduga akibat serangan anjing liar. Kerugian materi akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp4 juta.
Informasi kejadian tersebut diperoleh dari Polsek Rongkop serta sejumlah sumber yang dihubungi secara terpisah melalui WhatsApp. Warga setempat telah melaporkan peristiwa itu kepada pihak kepolisian dan Pemerintah Kalurahan Bohol.
Dua warga yang diketahui menjadi pemilik kambing tersebut adalah Hardi Suwito (82) dan Yuono (50). Keduanya tercatat sebagai warga Padukuhan Bamban RT 05 RW 02, Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul.
Berdasarkan keterangan saksi Meliyani dan Hardi Suwito kepada petugas Polsek Rongkop, kejadian diketahui saat pemilik ternak mendatangi kandang untuk memberi makan kambing pada Rabu pagi sekitar pukul 05.30 WIB.
Jarak kandang dari rumah pemilik diperkirakan sekitar 500 meter. Setibanya di lokasi, pemilik terkejut mendapati delapan ekor kambing mati tergeletak di dalam kandang.
Dari delapan ekor tersebut, enam di antaranya merupakan kambing anakan berusia sekitar empat bulan, sedangkan dua lainnya merupakan kambing indukan. Sementara itu, empat ekor kambing indukan lain yang berada di kandang yang sama dilaporkan selamat.
Selain itu, seekor kambing ditemukan mati di kandang lain yang berjarak sekitar 15 meter dari lokasi pertama. Empat ekor kambing lainnya dilaporkan selamat.
Kambing-kambing yang ditemukan mati mengalami luka gigitan dan kondisi tubuh tercabik-cabik. Luka terlihat di sejumlah bagian tubuh, antara lain leher, perut, dan kaki belakang.
Sesaat setelah kejadian diketahui, di lokasi terlihat dua ekor anjing dewasa. Salah satunya memiliki bulu berwarna cokelat polos, sedangkan anjing lainnya berbulu cokelat dengan warna putih di bagian leher dan perut sebelah kanan.
Setelah dilempari batu, kedua anjing tersebut berlari ke arah barat, menjauhi kandang ternak.
Sejumlah warga setempat yang dimintai keterangan oleh awak media mengaku tidak mengetahui adanya warga yang memelihara anjing di sekitar lokasi. Mereka menduga anjing yang terlihat di sekitar kandang merupakan anjing liar.
Meski demikian, penyebab pasti kematian sembilan ekor kambing tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan kondisi ternak dan keberadaan anjing di lokasi. Dugaan serangan anjing liar perlu dibedakan dari hasil pemeriksaan atau keterangan resmi yang memastikan penyebab kematian ternak.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga, terutama para peternak yang memiliki kandang di area terbuka atau jauh dari permukiman. Keberadaan hewan yang berkeliaran di sekitar kandang berpotensi mengancam keselamatan ternak apabila tidak diantisipasi.
Warga juga diimbau meningkatkan pengawasan terhadap ternak, memastikan kandang dalam kondisi aman, serta segera melaporkan apabila menemukan hewan yang berpotensi membahayakan lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sebelumnya telah mengimbau masyarakat agar hewan peliharaan, termasuk unggas, kambing, sapi, kucing, dan anjing, dipelihara dengan baik serta tidak dibiarkan berkeliaran tanpa pengawasan.
Kejadian di Bulak Belang ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan hewan peliharaan dan pengawasan lingkungan kandang untuk mengurangi risiko serangan terhadap ternak milik warga.

Redaktur: Mawan

