WARTA-JOGJA.COM || JAKARTA – Pembiayaan emas PT BCA Syariah tumbuh 81,76 persen menjadi Rp598 miliar per Agustus 2026, meningkat dari Rp329 miliar pada periode sebelumnya. Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi emas. Untuk memperluas akses nasabah, BCA Syariah menurunkan batas minimal pembiayaan dari 10 gram menjadi 5 gram yang dapat diajukan secara digital melalui fitur Emas iB pada aplikasi mobile banking BSya.
Selain menurunkan batas minimal pengajuan, BCA Syariah juga memperluas pilihan emas yang dapat dibiayai. Nasabah kini dapat memilih emas produksi Antam, Galeri 24, dan Hartadinata.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas akses pembiayaan berbasis syariah, khususnya bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi emas dengan nilai pengajuan lebih terjangkau.
Direktur BCA Syariah, Pranata, mengatakan emas tetap menjadi salah satu aset pilihan masyarakat untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang, meskipun pergerakan harganya dipengaruhi kondisi ekonomi global.
“Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, harga emas telah meningkat lebih dari 200 persen, meskipun tetap dipengaruhi kondisi ekonomi global,” ujar Pranata dalam keterangannya, Kamis, 29 Oktober 2026.
Menurut Pranata, prospek pembiayaan emas masih terbuka lebar. Kemudahan layanan digital dan penurunan batas minimal pengajuan turut membuka peluang bagi generasi muda untuk mengakses pembiayaan tersebut.
Partisipasi Generasi Z tercatat mencapai sekitar 19 persen dari total pembiayaan emas BCA Syariah. Angka ini menunjukkan adanya minat dari kelompok usia muda terhadap instrumen investasi emas.
Meski demikian, Pranata mengingatkan nasabah agar mempertimbangkan risiko dan mengelola investasi secara bijak. Ia menekankan pentingnya diversifikasi agar keputusan investasi sesuai dengan tujuan keuangan dan kebutuhan masing-masing.
“Tapi nasabah perlu memahami karakteristik investasi dan tidak menempatkan seluruh dana pada satu instrumen. Diversifikasi tetap diperlukan untuk menyesuaikan portofolio dengan tujuan keuangan dan kebutuhan masing-masing,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Bisnis Ritel dan Konsumer BCA Syariah, Bukit Mas Siahaan, mengapresiasi peningkatan kesadaran finansial di kalangan generasi muda, khususnya Generasi Z.
“Generasi muda, khususnya Generasi Z, kini mulai menunjukkan kesadaran finansial yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya,” ujar Bukit Mas Siahaan.
Kendati demikian, Bukit mengingatkan calon nasabah agar memahami seluruh ketentuan sebelum mengajukan pembiayaan emas. Pemahaman tersebut mencakup skema akad, jadwal pembayaran, serta risiko perubahan harga emas.
“Nasabah diharapkan memahami seluruh ketentuan pembiayaan, skema akad, skedul kewajiban pembayaran, hingga potensi risiko fluktuasi harga emas sebelum memutuskan untuk berinvestasi,” pungkas Bukit Mas Siahaan.
Melalui penurunan batas minimal pembiayaan menjadi 5 gram dan pengajuan digital lewat aplikasi BSya, BCA Syariah berupaya memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan emas. Namun, calon nasabah tetap perlu menilai kemampuan membayar dan memahami ketentuan akad sebelum mengambil keputusan.

Redaktur: Mawan

