
WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Gunungkidul menggelar Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab) pada Rabu (1/4/2026) di BMT BDI Gunungkidul. Kegiatan ini bertujuan sebagai forum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta merumuskan arah kebijakan politik partai ke depan.
Acara dihadiri oleh jajaran pengurus DPC, anggota Fraksi PKB DPRD Gunungkidul, pengurus Panitia Amil Cabang (PAC) se-Kabupaten Gunungkidul, Badan Otonom partai, serta tokoh-tokoh strategis partai. Muspimcab menjadi momentum penting untuk menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban masa khidmat 2021-2026, menyinkronisasikan Program Kerja 5 tahun ke depan, memperkuat soliditas kader, dan memastikan kesiapan menghadapi agenda politik mendatang.

Ketua DPC PKB Gunungkidul, H. Sutiyo, menegaskan bahwa Muspimcab bukan sekadar agenda rutin. “Acara ini menjadi ajang untuk memperkuat barisan, mengevaluasi kerja-kerja politik yang telah dilakukan, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis agar PKB semakin hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, DPC PKB Gunungkidul menetapkan target ambisius untuk meningkatkan perolehan kursi. Setelah memperoleh 6 kursi di DPRD Gunungkidul dan 1 kursi di DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Pemilu 2024, partai menargetkan dapat meraih 8 kursi di tingkat kabupaten dan 2 kursi di tingkat provinsi ke depannya.

Selain itu, DPC PKB Gunungkidul juga mengumumkan rencana untuk mengusung kader murni PKB dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) mendatang. Hal ini menjadi bagian dari komitmen partai dalam membangun kemandirian politik, memperkuat kaderisasi, serta memastikan kepemimpinan daerah lahir dari proses ideologis dan perjuangan internal partai.
“Dengan terselenggaranya Muspimcab ini, kami optimis dapat semakin solid dan siap menghadapi berbagai tantangan politik ke depan, sekaligus terus mengabdi untuk kepentingan masyarakat luas. Ber-PKB membawa berkah, mengabdi tanpa lelah untuk masyarakat,” pungkas H. Sutiyo.













