
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman, Heru Saptono (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) memberikan apresiasi kepada para pemuda yang dinilai tangguh dan berkarakter dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Selasa (28/10/2025). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan bahwa tantangan pemuda masa kini berbeda jauh dengan perjuangan para pemuda tahun 1928.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman, Heru Saptono, mengatakan bahwa jika pada tahun 1928 tantangan para pemuda adalah menyatukan perjuangan yang bersifat kedaerahan, maka kini tantangan terbesar justru datang dari kemajuan teknologi informasi.
“Tantangan pemuda saat ini berbeda dengan tantangan pemuda tahun 1928. Kalau dulu perjuangannya masih bersifat kedaerahan dan kemudian disatukan melalui Sumpah Pemuda, sekarang tantangannya adalah kemajuan teknologi informasi,” ujar Heru kepada awak media di Lobby Setda Pemda Sleman, Selasa (28/10/2025).
Menurutnya, sifat pemuda masa kini sangat terbuka dan cepat merespons isu-isu global. Arus informasi yang begitu cepat dari berbagai platform media sosial membuat mereka perlu memiliki kemampuan untuk menyaring dan memanfaatkan informasi secara bijak.
“Pemuda saat ini lebih cepat mendengarkan informasi seperti dari Info Cegatan Jogja atau Merapi Undercover. Semua informasi itu sangat cepat beredar, dan ini menjadi tantangan tersendiri,” ungkapnya.
Heru menambahkan, Dispora Sleman saat ini fokus pada pembinaan organisasi kepemudaan (OKP) dan juga pembinaan terhadap perilaku negatif remaja. Pihaknya telah bekerja sama dengan sejumlah sekolah dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan pendampingan bagi siswa yang terindikasi memiliki perilaku berisiko.
“Beberapa waktu lalu kami turun ke enam sekolah di Sleman, bekerja sama dengan guru BK. Dari data yang kami terima, memang ada sebagian siswa yang terindikasi memiliki perilaku negatif. Kami kemudian berkolaborasi dengan BNN untuk pembinaan,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Sleman juga memberikan apresiasi kepada 10 pemuda inspiratif yang dinilai berhasil mengembangkan usaha mandiri melalui program pelatihan dan pendampingan Dispora Sleman. Mereka berasal dari berbagai bidang usaha, seperti pertanian salak pondoh, kerajinan bunga untuk hampers, hingga body repair.
“Pemuda yang tangguh itu juga harus memiliki kemampuan finansial yang kuat dan bertanggung jawab. Karena itu kami memberikan apresiasi kepada sepuluh pemuda yang telah kami latih dan kini sudah memulai usahanya. Mereka kami sebut sebagai Juragan Muda Sleman,” kata Heru.
Kendati demikian, Pemerintah daerah (Pemda) juga akan mendampingi para pemuda tersebut untuk memperoleh legalitas usaha melalui kerja sama lintas dinas, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi, serta Dinas Pelayanan Satu Atap untuk membantu pembuatan NIB, PIRT, dan sertifikat halal.
“Kita tidak hanya melatih mereka, tetapi juga mendampingi sampai menjadi wirausaha muda yang sesungguhnya,” tegas Heru.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN








