Kebakaran hebat melanda supermarket bangunan dan rumah elektronik Trans Home di Jalan Jogja-Solo Km 11, Kalurahan Kasalan, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (1/10/2026) foto Olivia Rianjani
WARTA-JOGJA.COM, SLEMAN, DIY – Kebakaran hebat melanda supermarket bangunan dan rumah elektronik Trans Home di Jalan Jogja-Solo Km 11, Kalurahan Kasalan, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (1/10/2026) siang. Kobaran api membakar bagian bangunan dan memicu penutupan total arus lalu lintas dari arah timur menuju barat sehingga menyebabkan kemacetan panjang di jalur utama Jogja-Solo.
Hingga Kamis sore, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan titik-titik api yang berada di bagian dalam bangunan. Sedikitnya delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan kobaran api sekaligus mengantisipasi kemungkinan api merembet ke area di sekitar lokasi kejadian.
Kebakaran tersebut juga berdampak langsung terhadap kelancaran lalu lintas. Ruas Jalan Jogja-Solo di sekitar lokasi ditutup untuk mendukung proses pemadaman dan memberikan ruang bagi kendaraan pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan.
Api Cepat Membesar
Sejumlah saksi mata di lokasi mengatakan, sebelum kobaran api membesar, warga sempat dikejutkan suara ledakan yang terdengar dari area belakang toko.
Tak lama setelah suara tersebut terdengar, api muncul dan dengan cepat membesar hingga melahap sebagian besar bangunan Trans Home.
Dugaan awal yang beredar di tengah warga sempat mengarah pada aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Aparat masih menunggu data dan laporan resmi dari petugas di lapangan.
Berdasarkan pantauan di lapangan hingga Kamis sore, tim petugas pemadam kebakaran masih berjibaku melumpuhkan titik-titik api yang masih membakar bagian dalam bangunan. Setidaknya dilaporkan ada 8 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan amukan si jago merah serta mencegah api merembet ke area sekitar.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menyampaikan bahwa pihaknya belum memperoleh data lengkap mengenai perkembangan penanganan maupun penyebab kebakaran.
“Belum ada datanya. Nanti kalau laporan sudah ada,” ujar Argo, saat dikonfirmasi, pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Saksi: Api Meluas dengan Cepat
Salah satu saksi di lokasi kejadian, Bayu, yang juga merupakan pengguna jalan, menggambarkan kondisi kebakaran yang berlangsung cukup lama.
“Kebakaran di belakang Trans Home, dua jam belum padam,” ungkap Bayu.
Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman berlangsung cukup intensif. Petugas harus menangani titik api yang masih berada di bagian dalam bangunan sekaligus melakukan upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas ke lingkungan sekitar.
Penutupan ruas jalan selama proses pemadaman turut menyebabkan arus kendaraan di jalur Jogja-Solo mengalami gangguan serius. Kendaraan dari arah timur menuju barat tidak dapat melintas di titik terdampak sehingga terjadi kemacetan panjang.
Korban dan Kerugian Masih Didata
Hingga berita ini ditulis, petugas masih melakukan proses pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian. Belum terdapat laporan resmi mengenai adanya korban jiwa maupun jumlah korban yang mengalami luka-luka.
Total kerugian materiil akibat kebakaran juga belum dapat dipastikan. Aparat masih melakukan pendataan dan penyelidikan untuk mengetahui sumber api serta kronologi lengkap kejadian.
Informasi mengenai penyebab kebakaran, jumlah kerugian, maupun kemungkinan adanya korban masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

Redaktur: Mawan

