Kebakaran hebat menghanguskan supermarket bahan bangunan dan peralatan rumah tangga Trans Home di Jalan Jogja-Solo Km 11, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Kamis (1/10/2026) siang (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, SLEMAN, DIY – Kebakaran hebat menghanguskan supermarket bahan bangunan dan peralatan rumah tangga Trans Home di Jalan Jogja-Solo Km 11, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Kamis (1/10/2026) siang. Kobaran api yang dengan cepat membesar membuat petugas kepolisian menutup total arus lalu lintas dari arah timur, yakni Klaten/Solo menuju barat atau Yogyakarta, untuk mendukung proses pemadaman dan evakuasi.
Kebakaran terjadi di jalur utama interkoneksi Jogja-Solo tersebut dan sempat menyebabkan kemacetan panjang. Penutupan arus lalu lintas dilakukan hingga sekitar pukul 15.10 WIB karena kondisi di sekitar lokasi membutuhkan ruang bagi petugas pemadam kebakaran dan aparat untuk melakukan penanganan.
Hingga Kamis sore, petugas Pemadam Kebakaran Sleman bersama sejumlah unit damkar dari wilayah sekitar masih melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Polisi juga masih melakukan pendataan serta mengumpulkan informasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran, jumlah kerugian, dan kemungkinan adanya korban.
Asap Tebal Terlihat dari Bagian Belakang
Saksi mata di lokasi kejadian, Wiji (38), mengatakan kepulan asap tebal pertama kali terlihat sekitar pukul 13.10 WIB dari bagian belakang bangunan Trans Home.
“Saat kejadian saya melihatnya (asap) sudah mengepul sekitar jam 13.10 WIB. Terus habis itu kita menghubungi (petugas), tetapi lama banget, termasuk dari rekan-rekan damkar. Kita tidak bisa bergerak apa-apa,” ujar Wiji saat ditemui di lokasi, Kamis (1/10/2026).
Menurut Wiji, api kemudian dengan cepat merembet ke bagian lain bangunan. Kondisi tersebut diperparah oleh terpaan angin kencang dan keberadaan material yang mudah terbakar di area belakang gudang.
“Awalnya dari sisi belakang, dari selatan, yang ada tumpukan plastik-plastik. Terus karena kena angin, dari belakang itu langsung muter ke depan dan merembet. Semua barang di dalam tidak ada yang terselamatkan, tidak ada kesempatan,” jelasnya.
Cepatnya perambatan api membuat situasi di lokasi berlangsung dalam kondisi panik. Warga bersama sejumlah karyawan kemudian berupaya menyelamatkan kendaraan yang berada di halaman depan bangunan.
Warga dan Karyawan Selamatkan Kendaraan
Wiji mengatakan warga dan karyawan bergotong-royong memindahkan sejumlah kendaraan untuk menjauhkannya dari kobaran api.
“Kita menyelamatkan motor dan mobil. Kita dorong semua, ada sekitar 7 sampai 8 motor di sini yang sudah diamankan,” ungkapnya.
Upaya tersebut dilakukan ketika api terus membesar dan menjalar ke area bangunan. Sementara itu, proses evakuasi terhadap karyawan dilakukan untuk memastikan mereka keluar dari bangunan yang terbakar.
Informasi Dua Orang Terjebak Masih Didalami
Mengenai kemungkinan adanya korban di dalam bangunan, Wiji menyebut seluruh karyawan yang diketahuinya telah keluar. Namun, ia mengatakan sempat memperoleh informasi mengenai dua orang yang diduga masih berada di lantai atas ketika kebakaran terjadi.
“Untuk semua karyawan (sudah keluar), tapi informasi yang saya gali katanya ada dua yang masih di atas. Perempuan satu, laki-laki satu, tapi kita juga tidak tahu pasti,” tandas Wiji.
Informasi tersebut belum dapat dipastikan secara independen pada saat kejadian. Petugas masih melakukan penanganan dan pemeriksaan terhadap bangunan untuk memastikan kondisi di dalam lokasi.
Polisi Masih Kumpulkan Data
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan petugas kepolisian masih mengumpulkan informasi dari personel yang berada di lapangan. Menurutnya, prioritas penanganan saat ini adalah memastikan proses pemadaman dan pengamanan lokasi berlangsung dengan baik.
“Saat ini petugas masih fokus pada penanganan di lokasi. Untuk penyebab kebakaran, jumlah kerugian maupun informasi lainnya masih menunggu hasil pendataan dari tim yang bertugas,” ujar Argo.
Hingga pukul 17.24 WIB, armada Pemadam Kebakaran Sleman yang dibantu unit damkar dari wilayah sekitar masih melakukan proses pendinginan di lokasi. Polisi juga masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Penyebab kebakaran, nilai kerugian, serta kepastian mengenai informasi adanya dua orang yang diduga berada di dalam bangunan masih menunggu hasil penanganan dan pendataan resmi dari petugas terkait.

Redaktur: Mawan

