
Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu, menyoroti rencana pemerintah mengangkat pegawai SPPG menjadi PPPK. Menurutnya, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak didik di sekolah hanya akan efektif jika guru juga diperhatikan.
Ia menekankan pentingnya kesejahteraan guru, khususnya guru honorer, menurutnya apabila anak-anak makan bergizi tapi gurunya tidak, murid tidak akan maksimal menangkap ilmu.
“Di DIY sendiri ada 5.000 guru honorer yang rata-rata gajinya paling 500 ribu. Bahkan ada guru yang masih mendapat honor dari komite, kan ini memalukan bagi pemerintah,” ujarnya kepada wartawan di kantornya, Kamis (29/1/2026).
Dwi Wahyu menilai kebijakan PPPK untuk MBG atau SPPG harus “linear dengan keadilan guru”. Menurutnya, guru yang sejahtera akan mendukung keberhasilan program MBG.
“Kalau guru kesejahteraannya tidak tercukupi, maka enggak mungkin murid bisa pandai walaupun makannya bergizi,” katanya.
Selain itu, Dwi Wahyu menyoroti pentingnya regulasi yang jelas terkait operasional dapur MBG.
“Kalau regulasinya tidak jelas, nanti belanjanya dari juragan, bukan dari lokal. Padahal MBG juga bisa menaikkan perekonomian lokal,” jelasnya.
Ia juga menekankan kapasitas guru sebagai faktor kunci keberhasilan pendidikan.
“Guru harus punya kemampuan mengajar yang relevan dengan zaman, termasuk menguasai teknologi dan AI. Minimal disupport dengan laptop,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan perlunya pemerataan kualitas pendidikan.
“Sekolah favorit dan tidak favorit itu membuat diskriminasi. Kalau modal berbeda, oke, tapi kualitas jangan jadi alasan diskriminasi. Guru harus diperhatikan agar pendidikan lebih adil,” tegasnya.
Kendati demikian, Dwi Wahyu kembali menekankan bahwa perhatian pada guru bukan hanya soal gaji, tetapi juga kapasitas dan kesejahteraan secara menyeluruh.
“Apa artinya anak-anak bergizi, tapi gurunya tidak bergizi dalam arti luas? Kesejahteraan guru harus jadi prioritas,” pungkasnya.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN






