WARTA-JOGJA.COM || KULON PROGO, DIY – Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih terus menunjukkan peran aktifnya dalam penguatan mental spiritual masyarakat hingga tingkat kalurahan melalui kegiatan Pusaka Sakinah. Hadir di tengah-tengah Kader Keluarga Berencana (KB) Kalurahan Karangsari pada Selasa (27/10/26), Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih memberikan pembekalan spiritual khusus guna mendukung tugas-tugas sosial dan pendampingan keluarga di lapangan.
Dalam forum lintas instansi tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag., memaparkan pentingnya menjaga ketenangan batin dan kesehatan mental bagi para penggerak masyarakat. Ia mengajak para kader mengamalkan doa perlindungan untuk mengantisipasi delapan masalah utama kehidupan yang sering menjadi sumber kecemasan:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرَّجَالِ
Ia menjelaskan bahwa doa tersebut mengandung permohonan agar terhindar dari rasa gelisah (al-hamm), kesedihan masa lalu (al-hazan), kelemahan (al-‘ajz), kemalasan (al-kasal), sifat penakut (al-jubn), kekikiran (al-bukhl), lilitan utang (ghalabatud-dain), hingga tekanan atau kesewenang-wenangan orang lain (qahrir-rijâl). Bekal spiritual ini diharapkan menjadi penguat batin para kader dalam menjalankan pengabdian masyarakat.
Selain bimbingan dari KUA Pengasih, pertemuan rutin ini juga diisi dengan penyampaian materi strategis dari berbagai pihak. Lurah Karangsari, Mujirin, memberikan sambutan sekaligus memastikan kehadiran para kader untuk menyerap informasi dari para pemateri. Kepala UPT Puskesmas Pengasih II, dr. Yusniar Ridani, menerima laporan serta menyampaikan pesan agar para kader terus belajar. Sementara itu, Tri Daelan dari PLKB Kapanewon Pengasih memaparkan dinamika penyesuaian anggaran program. Turut hadir pula Purwinarsih, A.Md.Keb., selaku pendamping kader kesehatan Kalurahan Karangsari.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., menegaskan bahwa KUA Pengasih melalui para Penyuluh Agama akan selalu siap bersinergi dan hadir mendampingi program-program penguatan keluarga di tingkat kalurahan.
“KUA Pengasih tidak hanya fokus pada pelayanan administratif nikah dan rujuk, tetapi juga berkomitmen penuh mengawal ketahanan keluarga dari sisi spiritual dan bimbingan ketenteraman jiwa,” tegas Rangga.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara Penyuluh Agama, PLKB, Puskesmas, dan Pemerintah Kalurahan sangat krusial. Ketika aspek fisik dan kesehatan masyarakat ditangani dengan baik lalu disempurnakan dengan bimbingan spiritual dari KUA, para kader akan memiliki pondasi yang kokoh untuk mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.
Kegiatan diakhiri dengan komitmen bersama untuk menyebarluaskan hasil edukasi baik dari segi kesehatan, pengawasan keluarga, maupun penguatan bimbingan spiritual ke setiap padukuhan di wilayah Karangsari.(myid)
Penulis

