
Kasatlantas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Polresta Yogyakarta menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dan maraknya parkir liar. Pengaturan dilakukan di sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan Kridosono hingga Malioboro, seiring prediksi kedatangan sekitar 7 juta wisatawan ke Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kasatlantas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat mengatakan, pengendalian arus lalu lintas difokuskan pada jalur-jalur masuk kota yang berpotensi padat, termasuk dari arah timur.
“Kendaraan dari Blok O Janti bisa masuk Kota Yogyakarta melalui jalur Gedongkuning sampai Rejowinangun. Jalur ini kami siapkan sebagai filter awal, terutama bagi pengendara pribadi maupun bus yang baru pertama kali masuk ke DIY,” ujarnya di Mapolresta Yogyakarta, Senin (22/12/2025).
Menurutnya, kendaraan besar seperti bus pariwisata tetap diperbolehkan melintas dari Jalan Adisucipto selama kondisi lalu lintas memungkinkan. Namun, kepolisian telah menyiapkan skema pengalihan arus jika terjadi kepadatan di jalur utama.
“Kalau jalur Solo atau Adisucipto sudah padat, kami akan alihkan ke jalur alternatif yang sudah dikoordinasikan dengan Polres Sleman,” katanya.
Selain itu, Polresta Yogyakarta juga melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan panitia perayaan Natal di kawasan Kotabaru serta pengelola area eks Menara Kopi. Langkah ini dilakukan untuk menyiapkan titik-titik parkir sementara dan pemasangan tenda, guna mencegah kendaraan parkir di badan jalan.
Menurut Alvian, Jalan Abu Bakar Ali (ABA) menjadi salah satu fokus pengamanan karena merupakan akses vital menuju Malioboro, Tugu Yogyakarta, serta Stasiun Tugu dan Lempuyangan. Kawasan Kridosono pun tak luput dari perhatian aparat.
“Kami sudah melakukan plotting personel pada jam-jam rawan kepadatan, terutama di utara Kridosono, simpang Telkom, hingga Gondomanan. Jalur alternatif ke Malioboro melalui Jalan Mataram juga sudah dilengkapi rambu petunjuk,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kondisi Jembatan Kewek yang saat ini difungsikan sebagai ruang bermain bagi anak-anak warga sekitar. Menurut Alvian, jembatan tersebut ke depan akan bersifat opsional untuk kendaraan roda dua dengan pengaturan ketat.
“Kami khawatir jika jembatan dikosongkan justru dimanfaatkan sebagai lokasi parkir. Saat ini kondisinya aman dan bahkan menjadi ruang publik bagi anak-anak. Ke depan, akan ada pembatasan ruang tunggu agar kendaraan tidak menumpuk,” imbuhnya.
Sementara untuk menekan praktik parkir liar selama libur panjang, patroli gabungan yang melibatkan Polresta Yogyakarta, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP akan digelar hampir setiap malam.
“Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan memanfaatkan jalur alternatif serta mematuhi arahan petugas di lapangan agar arus lalu lintas tetap lancar selama Nataru,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, volume kendaraan yang masuk ke wilayah DIY tercatat lebih dari 64 ribu unit pada hari ketiga Operasi Lilin Progo 2025, Senin (22/12/2025). Peningkatan tersebut memicu kepadatan lalu lintas di sejumlah titik, terutama dari Bundaran Stadion Kridosono menuju Jembatan Lempuyangan.
Pantauan di lapangan sekitar pukul 17.05 WIB menunjukkan arus kendaraan di Bundaran Kridosono bergerak padat merayap. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh rekayasa lalu lintas di Jembatan Kewek yang membuat sebagian kendaraan harus memutar ke arah Lempuyangan. Di lokasi juga terlihat papan petunjuk bertuliskan “Malioboro via Jalan Mataram” sebagai bagian dari pengaturan arus selama libur Natal dan Tahun Baru.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN









