WARTA-JOGJA.COM, KULON PROGO, DIY – Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih menyerahkan rekomendasi hasil bimbingan konsultasi syariah dan konseling kepada SMAN 1 Pengasih sebagai tindak lanjut upaya pendampingan kesehatan mental dan penguatan karakter peserta didik. Penyerahan rekomendasi tersebut merupakan bagian dari Rencana Tindak Lanjut (RTL) layanan bimbingan konsultasi syariah dan konseling yang dilaksanakan di SMAN 1 Pengasih, Kulon Progo.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen KUA Pengasih untuk terus mengawal pendampingan peserta didik, khususnya siswa yang membutuhkan perhatian lebih dalam aspek psikologis dan spiritual. Melalui RTL, hasil layanan sebelumnya ditindaklanjuti dengan penyampaian rekomendasi kepada pihak sekolah agar dapat menjadi bahan pendampingan bagi peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran KUA Pengasih yang terdiri atas Mukhyidin, S.Kom., Luazizah, S.H.I., dan Muhammad Musodiqin, S.Sos., hadir secara langsung untuk menyerahkan laporan hasil layanan kepada pihak SMAN 1 Pengasih.
Kehadiran tim KUA Pengasih disambut oleh Kepala SMAN 1 Pengasih, Erna Kurnia Wati, S.Sos., M.Pd. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas sinergi dan perhatian KUA Pengasih terhadap kondisi psikologis serta spiritual peserta didik, terutama bagi siswa yang memerlukan pendampingan khusus setelah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelumnya.
“Kami dari pihak sekolah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KUA Pengasih atas kepedulian dan tindak lanjut nyata ini. Kolaborasi ini sangat membantu pihak sekolah dalam mendampingi peserta didik, sehingga kesehatan mental dan penguatan karakter anak-anak kita dapat terus terjaga dengan baik,” ungkap Erna, Rabu (7/10/2026).
Sementara itu, mewakili tim KUA Pengasih, Mukhyidin, S.Kom., menyampaikan harapan agar rangkaian program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para siswa. Menurutnya, tindak lanjut tersebut penting untuk memastikan hasil bimbingan dan konsultasi sebelumnya dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah.
“Harapan kami dari kegiatan CKG dan bimbingan konsultasi syariah kemarin, RTL ini dapat segera terlaksana dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi penanganan kesehatan mental siswa di sekolah,” ungkap Mukhyidin.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., turut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam mendampingi generasi muda. Menurutnya, lembaga keagamaan dan institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan mental, spiritual, dan karakter peserta didik.
Melalui penyerahan laporan dan pelaksanaan RTL tersebut, KUA Pengasih berkomitmen untuk terus hadir dalam memberikan pendampingan kepada generasi muda secara komprehensif.
“Sinergi antara lembaga keagamaan dan institusi pendidikan sangat krusial. Melalui pendekatan konseling dan bimbingan syariah, kita ingin memastikan para pelajar mendapatkan ruang aman dan solusi yang tepat saat menghadapi dinamika masa remaja,” tutur Rangga.
Pelaksanaan RTL dan penyerahan rekomendasi tersebut diharapkan semakin memperkuat kerja sama antara KUA Pengasih dan SMAN 1 Pengasih. Sinergi tersebut sekaligus menjadi langkah bersama dalam menciptakan pola pendampingan yang lebih komprehensif bagi peserta didik.
Dengan kolaborasi antara lembaga keagamaan dan dunia pendidikan, pendampingan terhadap siswa diharapkan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga mencakup kesehatan mental, penguatan karakter, serta ketahanan spiritual.
Melalui langkah tersebut, KUA Pengasih dan SMAN 1 Pengasih diharapkan dapat terus membangun lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda agar menjadi pribadi yang sehat secara fisik, cerdas secara intelektual, kuat secara mental, serta memiliki ketahanan spiritual. (myid)
Penulis
Redaktur: Mawan

