
(Foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menyambut lonjakan kunjungan wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Salah satunya melalui program city beautification dengan pemasangan ornamen Natal dan Tahun Baru di sejumlah titik strategis kota.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, mengatakan ornamen Natal dipasang di koridor Jalan Suroto, sementara ornamen Tahun Baru akan menghiasi enam titik di kawasan Sumbu Filosofis Yogyakarta.
“City beautification ini kami lakukan untuk menciptakan suasana kota yang menarik dan nyaman bagi wisatawan. Ornamen tersebut juga menjadi media promosi pariwisata yang efektif karena banyak dimanfaatkan wisatawan sebagai latar swafoto,” ujar Wahyu dalam konferensi pers di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (17/12/2025). Menurutnya, Pemkot Yogyakarta memperkirakan lonjakan kunjungan wisatawan akan terjadi pada periode 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Meski demikian, Pemkot tidak menggelar acara khusus perayaan malam tahun baru.
“Meski kami tidak menyelenggarakan event khusus Tahun Baru. Namun, industri pariwisata diperbolehkan mengadakan kegiatan pergantian tahun di lingkungan usahanya masing-masing,” jelasnya.
Sementara itu, kawasan Malioboro akan menjadi pusat perayaan budaya melalui gelaran Warna Warni Malioboro yang akan dilaksanakan pada Jumat, 19 Desember 2025, di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 22.00 WIB.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menyebutkan Malioboro kembali diteguhkan sebagai ruang kolaborasi publik yang mempertemukan seniman, budayawan, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, hingga pemerintah.
“Selain berbelanja dan berwisata, pengunjung kami ajak menikmati Malioboro sebagai ruang interaksi, apresiasi seni, dan kebersamaan,” kata Yetti dalam keterangan tertulis, Kamis (18/12/2025).
Sejumlah agenda akan meramaikan Warna Warni Malioboro, di antaranya Kirab Bregada, Atraksi Barongsai, Pawai Warna Warni Malioboro, serta Lukis Titik Nol Kilometer On The Spot bersama para perupa Yogyakarta.
Acara bahkan dimeriahkan dengan Music Charity Performance for Sumatera yang menghadirkan sejumlah musisi dan kelompok seni, seperti Kyai Kanjeng, KSBJ Jogja, Nos Indonesia, Nolkmkustik, dan Sirkus Barock.
“Pawai budaya akan melibatkan berbagai komunitas dan sanggar seni, antara lain Bregada Nyutran, Prajurit Jogja 2, Rakyat Suryatmaja, Nyi Purbo, Saeko Kapti, Wirosooro, Pasembaja, Wedhung Baswara, Tegal Siyogo, Retnoningsih, serta sanggar seni tari dan pertunjukan lainnya,” terang Yetti.
Kendati demikian, Yetti menegaskan bahwa kegiatan di Malioboro tumbuh dari partisipasi aktif berbagai pihak.
“Ruang kolaborasi dan partisipasi di Malioboro sangat terbuka. Malioboro menjadi milik bersama yang dijaga secara gotong royong, sehingga ketertiban, kenyamanan, dan keberlanjutan kawasan dapat diwujudkan bersama-sama,” pungkas Yetti.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN












