
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin (kanan) foto Olivia Rianjani
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 yang berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Peningkatan layanan dilakukan seiring proyeksi kenaikan trafik penumpang sebesar 8,9 persen dibandingkan periode normal.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, KAI meningkatkan jumlah perjalanan kereta api sekitar 3 persen serta menambah lebih dari 2.000 petugas tambahan di berbagai lini operasional.
“Untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru 2026 ini, secara trafik kita naik 8,9 persen, sehingga kita juga menaikkan perjalanan kereta sekitar 3 persen. Kami menambah lebih dari 2.000 petugas tambahan untuk memastikan layanan berjalan optimal,” ujarnya kepada awak media usai apel gelar pasukan posko Nataru 2025/2025, di Halaman BPTT Darman Prasetyo, Kamis 18 Desember 2025.
Dari sisi prasarana, menurutnya KAI telah melakukan berbagai peningkatan guna menjamin keselamatan dan kelancaran perjalanan. Di antaranya penggantian rel sepanjang 84 ribu meter dari tipe R42 menjadi R54, penggantian 150 wesel, serta penguatan balas menggunakan kerikil.
“Kami juga melakukan perbaikan dan peningkatan prasarana, termasuk penggantian rel dan wesel, serta penguatan balas. Ini semua dilakukan untuk meningkatkan keandalan jalur,” jelas Bobby.
Sementara dari sisi sarana, KAI melakukan persiapan ketat terhadap seluruh rangkaian kereta dan lokomotif agar selalu dalam kondisi prima.
“Kami berharap dapat memberikan layanan yang sangat prima selama Natal dan Tahun Baru ini, dan yang paling utama adalah memastikan tidak adanya kecelakaan,” tegas Bobby.
Terkhusus periode Nataru saat ini, KAI mengalokasikan total 45 juta tempat duduk di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,5 juta tempat duduk dialokasikan untuk kereta jarak jauh, yang terdiri dari 2,7 juta kursi Kereta Jarak Jauh Komersial (KJCC) dan sekitar 800 ribu kursi kereta lokal.
Selain itu, KAI bersama Kementerian Perhubungan memberikan insentif diskon tiket sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi jarak jauh sebanyak 1,5 juta tempat duduk.
“Insentif diskon 30 persen ini kami sediakan khusus untuk kelas ekonomi jarak jauh sebanyak 1,5 juta tempat duduk,” kata Bobby.
Di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta, KAI meningkatkan pengamanan dan ketertiban selama Angkutan Nataru. Sebanyak 342 tenaga keamanan disiagakan, terdiri dari 78 personel Polsuska, 175 petugas security, serta 89 personel eksternal dari TNI dan Polri.
Selama periode ini, Daop 6 mengoperasikan 35 kereta api jarak jauh, meningkat dari hari normal yang hanya 25 KAJJ. Untuk mendukung pelayanan, KAI menyiapkan 383 petugas kebersihan, 28 personel Customer Services Mobile (CSM), serta 35 petugas kesehatan. Serta, tersedia tiga pos kesehatan yang bekerja sama dengan 51 rumah sakit mitra.
“Jika ada penumpang yang membutuhkan penanganan lanjutan, tim kami akan mengantarkan ke rumah sakit mitra KAI,” ucap Bobby.
Bobby menekankan KAI Daop 6 memastikan keandalan sarana dan prasarana melalui ramp check bersama Kementerian Perhubungan. Sebanyak 34 lokomotif dan 314 kereta telah dinyatakan siap operasi untuk melayani pelanggan selama Angkutan Nataru.
“Ramp check ini memastikan seluruh lokomotif dan kereta dalam kondisi laik dan siap operasi agar pelanggan mendapatkan layanan terbaik,” pungkas Bobby.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN









