
(Foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menata ulang sistem parkir selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) guna mengantisipasi lonjakan kendaraan sekaligus mencegah kepadatan parkir di titik-titik strategis kota.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan penataan ini difokuskan pada pengaturan jalur masuk kendaraan, pembagian fungsi kantong parkir, serta pembatasan parkir bus di kawasan inti kota, terutama di zona Sumbu Filosofi.
“Salah satu upaya untuk mengatasi parkir yang overload, dari arah Jalan Mangkubumi kita siapkan parkir di sisi kiri jalan. Namun itu khusus kendaraan roda kecil, tidak untuk bus,” kata Hasto saat konferensi pers di Ruang Yudhistira, Balai Kota Yogyakarta, Rabu (17/12/2025).
Menurut Hasto, bus hanya diperbolehkan parkir di kawasan tersebut dengan izin khusus, dan itu pun terbatas untuk bus hotel yang mengantar tamu langsung ke lokasi penginapan. Kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di pusat kota selama puncak libur akhir tahun.
Selain pengaturan di Jalan Mangkubumi, Pemkot Yogyakarta juga telah menyiapkan sejumlah kantong parkir utama. Menara Kopi menjadi lokasi utama parkir bus, sementara kawasan Kridosono diprioritaskan untuk kendaraan roda empat berukuran kecil.
“Kantong parkir yang jelas kita miliki adalah Menara Kopi. Kemudian ada Kridosono, yang kita utamakan untuk mobil-mobil kecil. Jadi bus yang masuk dari arah Kridosono akan langsung diarahkan ke Menara Kopi,” ujarnya.
Lanjut Hasto menyebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta akan melakukan evaluasi terhadap pembatas dan rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut, menyesuaikan dengan potensi peningkatan jumlah bus wisata selama periode Nataru, termasuk bus yang datang dari arah barat kota.
Untuk menambah daya tampung parkir, Pemkot juga menyiapkan lokasi alternatif di wilayah barat. Salah satunya dengan memanfaatkan area SMP Negeri 3 Yogyakarta sebagai kantong parkir sementara selama libur akhir tahun.
“Kita ingin menambah space parkir. Di wilayah barat, salah satunya di SMP 3, akan kita kondisikan sebagai lokasi parkir juga,” imbuhnya.
Selain itu, kantong parkir Ngabean akan dioptimalkan, khususnya untuk bus dari arah barat. Pemkot menargetkan agar kendaraan besar tidak lagi bergerak ke arah timur atau memasuki kawasan Sumbu Filosofi.
“Bus dari barat seharusnya tidak ke timur, tapi berhenti dan parkir di Ngabean,” tegas Hasto.
Ke depan, Pemkot Yogyakarta juga berupaya membatasi parkir bus di zona Sumbu Filosofi. Dalam hal ini, Hasto mengatakan bahwa parkir bus di kawasan tersebut diharapkan hanya tersisa di area Senopati, sementara lokasi lainnya diarahkan menjauh dari zona inti.
“Kita berharap di zona Sumbu Filosofi, parkir bus tinggal di Senopati saja. Selebihnya kita usahakan parkirnya jauh dari kawasan inti,” kata Hasto.
Disisi lain, Pemkot Yogyakarta juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk menertibkan parkir di kawasan selatan Tugu, terutama di sekitar Stasiun Tugu Yogyakarta. Penataan ini dilakukan demi menciptakan kelancaran lalu lintas selama libur Nataru.
“Parkir di selatan stasiun akan kita kondisikan bersama. Harapannya saat Nataru kawasan itu lebih bersih, lapang, dan tidak memicu kemacetan,” pungkas Hasto.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN








