
Artis Reza Rahadian (foto: Olivia Rianjani Reporter WARTA-JOGJA.COM, Selasa 1 Juli 2025)
YOGYAKARTA || WARTA-JOGJA.COM – Reza Rahadian kembali mengeksplorasi dimensi kreatifnya di luar dunia seni peran lewat karya instalasi bertajuk Eudaimonia, yang dipamerkan dalam program Spotlight di ArtJog 2025 di Jogja National Museum (JNM). Karya ini merupakan hasil kolaborasi Reza dengan sejumlah seniman dan kreator lintas disiplin tanah air, yaitu fotografer dan videografer Davy Linggar, arsitek Andra Matin, sutradara Garin Nugroho, koreografer Siko Setyanto, serta komposer Kasimyn (Aditya Surya Taruna).
Pameran yang digelar sejak 20 Juni hingga 31 Agustus 2025, Eudaimonia merupakan bagian dari rangkaian program Refleksi Dua Dasarasa Reza Rahadian yakni sebuah proyek perayaan dua dekade perjalanan seni Reza Rahadian.
Secara filosofis, Eudaimonia berasal dari konsep Yunani kuno yang merujuk pada pencapaian kebahagiaan melalui pemenuhan diri dan makna. Dalam konteks instalasi ini, karya tersebut menjadi medium refleksi personal Reza tentang keseimbangan batin dan proses kreatif sebagai aktor.
“Bagi saya, Eudaimonia menjadi semacam jurnal perasaan dan pemikiran saya dalam bentuk kolaboratif, sebuah proses kontemplasi yang tanpa henti,” ujar Reza Rahadian, pada Selasa (1/7/2025).
Kendati demikian, melalui instalasi ini, aktor papan atas di Indonesia itu tak hanya membuka ruang kontemplatif personal, baginya juga menghadirkan pengalaman imersif bagi publik untuk menyelami ulang makna seni peran melampaui panggung, kamera, dan layar.
“(Apalagi) program Spotlight di ArtJog sendiri merupakan inisiatif baru yang menjembatani seni rupa dengan berbagai disiplin kreatif lain, serta mendorong kolaborasi lintas bidang dengan pendekatan artistik yang lebih eksploratif,” pungkas Reza.
Sementara itu, Ketua Program Refleksi Dua Dasarasa Reza Rahadian, Inet Leimena, menyatakan bahwa Eudaimonia menjadi representasi perayaan yang intim dan reflektif atas perjalanan panjang seorang seniman.
“Karya kolaborasi ini memperlihatkan bahwa perayaan tidak harus tentang kemegahan, tapi juga dapat berupa ruang tenang yang penuh makna. Eudaimonia adalah bentuk perayaan yang penuh kerendahan hati, reflektif, dan terbuka untuk dirasakan bersama,” ujar Inet.

Redaktur Mawan












