
WARTA – JOGJA.COM, KULON PROGO, DIY – Jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih kembali memperkuat sinergi dengan tokoh agama melalui kegiatan pertemuan rutin Kaum Rois yang diselenggarakan di Kalurahan Karangsari. Pertemuan kali ini bertempat di kediaman Bapak Rakidi, Kedung Tangkil, Karangsari, pada Ahad (10/05/26).
Hadir sebagai narasumber sekaligus motivator, Basuki, S.Ag., memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para Rois Karangsari dalam melayani umat. Selain memberikan motivasi spiritual, Basuki juga menyoroti dinamika penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang mengalami pergeseran antusiasme dari masa ke masa.
“Jika kita menengok ke belakang pada era 90-an, MTQ selalu mendapat respon yang sangat luar biasa dari masyarakat. Antusiasme penonton begitu tinggi dan partisipasi peserta sangat kompetitif,” ujar Basuki di hadapan para tokoh agama yang hadir.
Ia menyayangkan saat ini terjadi penurunan tren, terutama terkait minimnya jumlah peserta pada cabang lomba tertentu. “Saat ini kita mulai merasakan kekurangan peserta, khususnya pada cabang Tilawah dan Tahfidz. Ini menjadi tantangan kita bersama bagaimana menghidupkan kembali kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an,” lanjutnya sembari mendorong para Rois untuk aktif mengajak masyarakat mensyiarkan kembali semangat MTQ di lingkungan masing-masing.
Ditemui secara terpisah di ruang kerjanya, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I, M.S.I, menegaskan bahwa penguatan peran Kaum Rois adalah bagian integral dari visi “The Most KUA” (Mandiri, Objektif, Sinergi, dan Terpercaya).
“Kaum Rois adalah ujung tombak syiar Islam di tengah masyarakat. Melalui pertemuan rutin seperti ini, kami ingin memastikan bahwa semangat literasi Al-Qur’an dan nilai-nilai keagamaan tetap terjaga dengan baik di wilayah Pengasih,” ungkap Rangga.
Beliau juga menambahkan bahwa KUA akan terus mendukung setiap inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas keagamaan masyarakat, termasuk persiapan bibit-bibit unggul untuk ajang MTQ di masa mendatang.
Kegiatan rutin ini diharapkan dapat menjadi wadah diskusi yang efektif dalam memetakan potensi keagamaan di wilayah Karangsari serta mempererat tali silaturahmi antar pemuka agama di tingkat kalurahan.(myid)
🌐 Penulis
🔶 Redaktur: Mawan








