
Acara Sapa Kabidhumas Polda DIY bersama awak media lokal se-DIY (sebelah kiri) narasumber Prof. Ipan Pranasakti Kudhi Iswara, (kanan) Kabidhumas Polda DIY Ihsan (foto Mawan, Selasa 9 Juni 2026)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Kegiatan Sapa Kabidhumas Polda DIY bertema “Jaga Jogja Sesarengan” menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan awak media dalam menjaga keamanan, kenyamanan, serta nama baik Daerah Istimewa Yogyakarta di tengah derasnya arus informasi digital. Acara berlangsung khidmat di RM. Lombok Ijo Jl. Laksda Adi Sutjipto Km 6, Caturtunggal, Sleman, DIY, Selasa (9/6/2026).
Dalam sambutannya, Kabidhumas Ihsan menegaskan bahwa tema “Jaga Jogja Sesarengan” tersebut adalah panggilan kolektif, mengingat Yogyakarta memiliki penetrasi internet sangat tinggi dan selalu menjadi sorotan nasional. Ia menguraikan tiga (3) alasan utama mengapa setiap peristiwa di kota ini selalu menjadi pusat pembicaraan publik:
1. Banyak tokoh bangsa lahir dan belajar di sini: Banyak pemimpin negara dan daerah menempuh pendidikan di Yogyakarta, sehingga perhatian mereka selalu tertuju pada kota ini.
2. Pusat pendidikan generasi bangsa: Ribuan orang tua menitipkan anak bersekolah di sini, sehingga setiap berita yang beredar langsung menyentuh kekhawatiran dan perhatian mereka.
3. Jejak wisata yang mendalam: Hampir seluruh masyarakat Indonesia pernah berkunjung, sehingga berita di lokasi seperti Malioboro terasa dekat dan relevan bagi banyak orang.
Kabidhumas juga menekankan prinsip fakta di atas segalanya. Sebagai contoh, kasus di Bantul yang sempat viral sebagai tindak kejahatan, padahal fakta aslinya adalah kecelakaan tunggal akibat pengaruh obat-obatan. Ia meminta media membantu meluruskan informasi agar narasi publik tetap positif, dan menegaskan kesiapan kepolisian membagikan data yang sebenarnya.
Tantangan yang diakui bersama adalah posisi media lokal yang sering kali tenggelam di tengah pemberitaan media besar luar daerah, meski konten yang dihasilkan berkualitas.
Menjawab hal ini, narasumber Prof. Ipan Pranasakti Kudhi Iswara – tenaga kependidikan UII, wirausahawan, dan penulis-memaparkan strategi konkret bertajuk “Mendorong Web Media Daerah DIY Menuju Pembaca Nasional Berbekal SEO, GEO, dan AI”.
Pemaparan ini menjadi solusi agar media daerah mampu bersaing secara mandiri dan efisien. Ada tiga dampak strategis yang ditargetkan:
1. Peningkatan Eksistensi: Mengangkat posisi media lokal setara media nasional dengan manajemen sederhana namun efektif.
2. Perluasan Jangkauan: Meningkatkan keterbacaan nasional agar fakta dan narasi positif tentang Yogyakarta lebih banyak dikonsumsi publik.
3. Penguatan Kepercayaan: Membangun keyakinan masyarakat terhadap keamanan dan kenyamanan Yogyakarta lewat pemberitaan tepat sasaran.
Menurut narasumber Ipan Pranasakti Kudhi Iswara, pemanfaatan optimasi mesin pencari (SEO), penargetan geografis (GEO), dan kecerdasan buatan (AI) bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar informasi benar mendominasi ruang digital.
Merespons strategi tersebut, Kabidhumas menyatakan dukungan penuh kepolisian, termasuk penyediaan fasilitas seperti server dan akses data.
“Cita-cita kami satu: media Yogyakarta tidak kalah pamor, suara, dan kualitas dibandingkan media besar nasional,” tegasnya.
Kegiatan ini menegaskan bahwa dengan sinergi, data akurat, dan teknologi, media lokal berpotensi menjadi rujukan utama informasi sekaligus garda terdepan menjaga citra Yogyakarta yang aman, damai, dan istimewa.









