
GUNUNGKIDUL, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Nasib tragis menimpa Usrek (73), warga Padukuhan Kedung, Kalurahan Botodayaan, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul. Ia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tubuh terbakar, Senin malam, 29 Juni 2026. Kejadian ini sontak menggegerkan warga sekitar.
Berdasarkan keterangan saksi dan keterangan kepolisian, peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WIB, saat korban berangkat ke pekarangan untuk membakar sampah. Kondisi siang yang terik disertai angin cukup kencang membuat api dengan cepat menjalar ke kawasan perbukitan di sekitarnya hingga membesar dan sulit dikendalikan.
Diduga panik melihat kobaran api yang meluas – padahal lahan dan sampah yang terbakar di sekitar perbukitan bukan miliknya – korban berusaha memadamkan api tersebut. Namun karena situasi yang sudah tidak memungkinkan, korban diduga terjatuh ke dalam kobaran api. Tidak ada warga yang menyaksikan peristiwa itu secara langsung sehingga korban tidak sempat ditolong.
Sekitar pukul 18.00 WIB, Paelan, tetangga korban, merasa ada yang janggal karena rumah korban tampak gelap tidak seperti biasanya. Ia lalu menghubungi tetangga lain, Misdi, untuk mencari keberadaan Mbah Usrek. Dalam pencarian awal, keduanya menemukan sepasang sandal milik korban di dekat titik awal api menyala.
Pencarian dilanjutkan hingga akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB di kawasan perbukitan Padukuhan Kedung dalam keadaan sudah meninggal dunia.
Hasil pemeriksaan tim kesehatan Puskesmas Rongkop mencatat, korban memiliki tinggi badan 157 cm dengan kondisi sekujur tubuh menghitam akibat terbakar. Terdapat luka pada bagian wajah, pipi kanan, telinga, lutut kiri, serta leher bagian belakang. Bagian punggung juga terlihat gosong dan kulit mengelupas. Selain itu diketahui korban memiliki riwayat penyakit diabetes.
Kapolsek Rongkop AKP Sartono, S.I.P membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan kronologi sesuai keterangan saksi, termasuk keterangan dari anak korban, Ngatno (56). Setelah dilakukan pemeriksaan dan pendalaman oleh pihak kepolisian serta tim medis, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat, terutama di musim kemarau saat banyak material kering yang mudah terbakar. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat membakar sampah guna mencegah kebakaran yang dapat membahayakan nyawa dan lingkungan sekitar.

🌐 Redaktur : Mawan






