Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, bersama jajaran terkait melakukan kunjungan langsung untuk menjenguk para korban luka akibat kericuhan aksi unjuk rasa yang pecah di kawasan Malioboro dan sekitar DPRD DIY (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM || YOGYAKARTA – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, bersama jajaran terkait melakukan kunjungan langsung untuk menjenguk para korban luka akibat kericuhan aksi unjuk rasa yang pecah di kawasan Malioboro dan sekitar DPRD DIY. Dalam kunjungan tersebut, Hasto memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan medis yang cepat dan optimal, termasuk menjamin pembiayaan pengobatan bagi warga sipil yang terdampak.
Berdasarkan data terkini yang dihimpun dari berbagai fasilitas kesehatan, total korban tercatat mencapai 116 orang, baik yang menjalani rawat jalan maupun rawat inap di sejumlah rumah sakit di Yogyakarta seperti RS Bethesda, RS Panti Rapih, RS Bhayangkara, hingga RS PKU Muhammadiyah. Hingga saat ini, tercatat ada 13 pasien yang masih harus menjalani rawat inap.
Direktur RS Bethesda Yogyakarta, dr. Edy Wibowo, mengatakan bahwa pihak rumah sakit telah menyiagakan instalasi gawat darurat (UGD) selama 24 jam penuh serta mengaktifkan tim khusus musibah massal (Musal) untuk mengantisipasi masuknya korban dalam jumlah banyak sejak malam kejadian.
“Jadi kita sebagai rumah sakit itu menerima siapa pun ya datang ke sini, dan UGD kita memang standby untuk kasus-kasus apa pun itu 24 jam. Kalau terjadi sesuatu, kami juga punya sistem, punya tim Musal (Musibah Massal),” ujar dr. Edy di RS Bethesda Yogyakarta, pada Kamis 28 Oktober 2026.
Menurut dr. Edy, dari total 40 pasien yang sempat ditangani di RS Bethesda (33 rawat jalan dan 7 rawat inap), mayoritas mengalami luka-luka akibat bentrokan seperti fraktur (patah tulang), luka robek, hingga luka lebam. Satu pasien dengan kondisi terparah yang mengalami fraktur terbuka dan cedera kepala ringan sempat menjalani operasi darurat pada pukul 15.00 WIB.
“Sempat enggak sadar sebentar, cedera kepala itu. Tapi sudah membaik tadi, oksigenasinya sudah baik. Mudah-mudahan enggak ada gejala sisa,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan bahwa Pemkot Jogja berkomitmen penuh untuk mengawal penanganan medis para korban agar tidak ada yang merasa terlantar, baik dari unsur aparat keamanan maupun warga sipil.
“Kami ingin memastikan bahwa semua terlayani dengan baik. Jangan sampai, karena mereka ini kan menjadi korban dan mereka sudah berjuang bekerja untuk kepentingan keamanan, ketertiban masyarakat dan kita semua. Kalau sampai mereka yang jadi korban saja kita tidak mengurus, kan kita juga akan jauh lebih tidak manusiawi,” tegas Hasto.
Dalam kunjungan tersebut, Hasto juga sempat menemui salah satu korban dari unsur warga sipil yang dirawat di RS Bethesda. Berdasarkan pengakuan korban, ia diduga menjadi korban salah sasaran karena terjebak di tengah situasi chaos saat malam kejadian.
Terkait biaya pengobatan, Hasto memastikan bahwa Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan akan memilah data pasien guna memastikan pembiayaan warga sipil yang tidak ter-cover oleh sistem jaminan kesehatan yang ada dapat ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
“Ini kan ada Bu Kepala Dinas Kesehatan, saya minta untuk nanti memilah. Mana yang sudah ter-cover oleh sistem yang ada, biasanya ada juga yang tidak. Kalau belum ter-cover dengan sistem yang ada, kan kita harus bertanggung jawab,” pungkas Hasto.

Redaktur: Mawan

