Yuly Twins membangun ekosistem musik inklusif melalui TEMANHEBAT RECORDS untuk membuka kesempatan anak berkebutuhan khusus mengembangkan potensi dan berkarya. (foto Fadhli)
WARTA-JOGJA.COM || BANDUNG – Yuly Twins membangun ekosistem musik inklusif melalui TEMANHEBAT RECORDS dan Senada Music Group untuk membuka kesempatan bagi anak berkebutuhan khusus dalam mengembangkan potensi, belajar, serta menghasilkan karya musik. Berangkat dari pengalamannya mendampingi putranya, Kenneth Trevi, seorang remaja dengan disleksia, Yuly ingin membuktikan bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang layak mendapatkan ruang dan apresiasi.
Sebagai produser, promotor, penyanyi, dan penulis lagu, Yuly memandang musik bukan sekadar sarana hiburan, melainkan media pengembangan diri, pembentukan kepercayaan diri, dan pemberdayaan anak. Prinsip tersebut menjadi landasan berbagai inisiatif kreatif yang dibangunnya agar anak tidak harus menunggu menjadi sempurna untuk memperoleh kesempatan berkarya.
Melalui TEMANHEBAT RECORDS, Yuly menyediakan ruang bagi anak berkebutuhan khusus untuk belajar, mencoba, dan menghasilkan karya orisinal. Ia juga mengembangkan kegiatan seperti AntiBully Fest yang memadukan kampanye antiperundungan dengan aktivitas kolaboratif antara anak berkebutuhan khusus dan anak tipikal.
Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada para peserta untuk berinteraksi, membangun pertemanan, serta tampil membawakan karya di hadapan publik. Menurut Yuly, panggung musik dapat menjadi sarana pembelajaran untuk menumbuhkan keberanian, kepercayaan diri, dan sikap saling menghargai.
Pengalaman mendampingi Kenneth turut membentuk pandangannya mengenai perkembangan anak. Ia meyakini setiap anak mempunyai proses pertumbuhan berbeda sehingga keberhasilan tidak semestinya diukur melalui perbandingan dengan kemampuan orang lain.
“Keberhasilan seorang anak bukan tentang seberapa jauh ia mampu mengejar anak lain, tapi seberapa jauh ia telah bertumbuh dari diri dia yang dulu,” tuturnya.
Dalam mendampingi perjalanan musikal Kenneth, Yuly berupaya menyeimbangkan perannya sebagai ibu dan produser. Ia memberikan ruang bagi putranya untuk mengeksplorasi kemampuan, mengenali identitas, serta mengembangkan karakter musikal tanpa tekanan untuk memenuhi keinginan orang tua.
Pada 2026, Yuly kembali menyiapkan album penuh kedua untuk Kenneth yang berisi enam lagu. Album tersebut mengangkat perjalanan emosional tentang pengenalan diri, penerimaan, dan pemahaman bahwa setiap individu memiliki keutuhan tanpa harus menjadi orang lain.
Selain mengembangkan karya musikal Kenneth, Yuly juga mempertemukan dunia musik dan literasi melalui buku Tutur Rasa 3. Ia menjadi salah satu penulis dalam buku tersebut sekaligus menciptakan lagu berjudul “Tak Bisa Melepasmu” bersama Rulli Aryanto.
Lagu yang menjadi original soundtrack buku Tutur Rasa 3 tersebut dirilis melalui official lyric video di kanal YouTube Senada Studios pada 30 Oktober 2026. Sementara itu, peluncuran bukunya berlangsung pada 31 Oktober 2026.
Kedua karya tersebut berangkat dari pengalaman personal Yuly dalam mendampingi putranya. Melalui tulisan dan musik, ia mengangkat refleksi tentang kasih sayang seorang ibu, proses mendampingi anak, serta keberanian memberikan ruang agar anak dapat tumbuh dan menemukan kehidupannya sendiri.
Yuly mengakui membangun ekosistem musik inklusif bukan perkara mudah. Keterbatasan waktu, tenaga, dan sumber daya menjadi tantangan dalam menyeimbangkan tanggung jawab profesional dengan perannya sebagai ibu.
Meski demikian, ia berharap TEMANHEBAT RECORDS, Senada Music Group, dan berbagai inisiatif kreatif yang dikembangkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi anak-anak yang membutuhkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Baginya, inklusivitas bukan sekadar menyediakan panggung khusus, melainkan membuka akses yang setara agar setiap anak dapat dikenal melalui karya, proses, dan pencapaiannya.
Yuly ingin meninggalkan nilai bahwa setiap anak memiliki potensi, berhak mendapatkan kesempatan, dan layak memperoleh apresiasi. Melalui musik, ia berharap semakin banyak anak berani mencoba, berkembang, serta menemukan kebanggaan atas karya yang dihasilkan sendiri.
(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Redaktur: Mawan

