
WONOGIRI, JATENG (WARTA-JOGJA.COM) – Siapa yang tidak mengenal Wonogiri? Kabupaten dengan potensi wisata yang sangat lengkap mulai dari bahari, pegunungan, budaya, desa wisata dan tantangan petualangan yang menarik untuk kita Kulik pada edisi Warta Wisata Jateng, dengan ulasan spesial Solo Raya Experiential Travel.
Perjalanan ini, kami mulai dari kota Yogyakarta menuju Kabupaten Wonogiri dengan menyusuri Jalur Lingkar Luar Selatan (JLLS) DIY. Sepanjang perjalanan kami disuguhi lansekap khas bebatuan Kars yang unik, mengingat wilayah ini menjadi bagian dari Gunung Sewu Unesco Global Geopark meliputi Pawonsari atau Pacitan, Wonogiri, Wonosari.
Kami tiba di Waduk Gajah Mungkur, bendungan yang dibangun sejak tahun 1980 untuk pengairan pertanian hingga wilayah Sragen melalui aliran Sungai Bengawan Solo yang melegenda.

Kehadiran kami disambut rekan-rekan dari ACW, Adventure Club Wonogiri yang pada hari ini (02/05/2025) akan melakukan survey jalur menjelang gelaran event bergengsi Family Gathering “Brotherhood Fun Camp” pada tanggal 10-11 Mei mendatang.
Setidaknya 5 unit mobil berbagai tipe meraung melintasi trek yang seru, pemandangan waduk dari atas sejenak melupakan panasnya cuaca siang ini karena semilir angin dari pepohonan bukit Watu Cenik.
Bukit ini, menjadi salah satu titik awal olahraga udara Gantole dan Paralayang yang menawarkan paket Aerowisata Tandem, pengin sih tapi roda mobil 4×4 masih mengajak saya melanjutkan menuju puncak Joglo.

Seperti namanya, disini terdapat bangunan Joglo dengan spot memanjakan mata yang sangat indah melihat luasnya Waduk Gajah Mungkur dengan latar Gunung Lawu yang menjulang.
Saya merasakan, baru setengah perjalanan survey kali ini sudah melebihi ekspektasi ketika saya berangkat, karena sejauh yang saya tahu dalam traveling sebelumnya kekayaan budaya lebih banyak ditawarkan semacam museum wayang, kampung wayang, batik, dan kuliner tradisi yang tidak dijumpai ditempat lain.
Memang benar, apabila Wonogiri sebagai salah satu wilayah terluas di Provinsi Jawa Tengah ini memiliki potensi wisata yang sangat kaya, bayangkan saja mulai dari lautan hingga pegunungan dimiliki oleh Kabupaten ini.

Survey jalur masih saya lanjutkan, dengan etape kedua yaitu ekplorasi Waduk Gajah Mungkur, yang semula hanya saya nikmati dari jauh saatnya mendekat, menyusuri, dan bercengkerama dengan rekan-rekan ACW yang sangat kompak dalam membangun Pariwisata olahraga, tantangan dan petualangan disini, sesuai visi dari founder ACW Suparno Parnaraya sebagai figur yang konsisten dalam membangun geliat wisata sejak 1 dekade silam, menurutnya wisata Wonogiri ibarat masih “tertidur” pesonanya, tetapi memang perlu perencanaan dan implementasi yang tepat.
Jangan lupa, tunggu ulasan saya berikutnya dalam Warta Wisata Jateng edisi Solo Raya Experiential Travel, oleh Chris Broto dari Solo Raya Tourism Biz selaku mitra pengembangan pariwisata Jateng dan DIY.

REDAKTUR MAWAN












