
WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Sempat viral di konten tik tok dan pemberitaan media online adanya disinyalir oknum Dukuh Kalurahan Songbanyu, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul telah menyelewengkan bantuan program jambanisasi, begini faktanya.
Setelah awak media menginput informasi langsung di lokasi tempat bantuan jamban yang disinyalir diselewengkan, ternyata bantuan itu berupa material bukan dana berupa uang, namun pemberitaan yang sempat beredar tidak menggali informasi yang faktual hanya bersumber dari warga melalui komunikasi via WhatsApp.
Lurah Kalurahan Songbanyu, Giyarno, di tempat kerjanya mengatakan, jika permasalahan tersebut telah diselesaikan di tingkat Kalurahan dan bantuan jamban sudah disalurkan ke warga lainya.
“Dulu yang mendapat bantuan jambanisasi ialah Sukasih yang rumahnya sangat berdekatan dengan rumah Pak Dukuh. Dan Sukasih ini juga dalam kondisi jompo dan sakit-sakitan, sehingga Pak Dukuh membangun jambanisasi di pekerangannya.” jelasnya, Selasa (20/01/2026).
Namun bergulirnya waktu, pembangunan jambanisasi itu menuai protes di mana Pak Dukuh Bandung dituding oleh warganya memberikan bantuan ke keluarganya. Setelah muncul polemik tersebut, pada tanggal 26 Desember 2025, Pemerintah Kalurahan Songbanyu, Dukuh, RT dan pendamping Desa melaksanakan musyawarah. Dalam musyawarah itu, disepakati bantuan jambanisasi diberikan ke warga lain yaitu Sukatno.
“Meski jambanisasi itu telah dibangun, namun Pak Dukuh bersedia mengganti semua material senilai Rp 7,5 juta ke Sukatno. Dan saat ini pembangunannya sudah mencapai progres 80 %.” ungkapnya.
Giyarno menambahkan jika di Kalurahan Songbanyu ada sebanyak 7 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memperoleh bantuan jambanisasi dengan anggaran sebesar Rp 52,5 juta.
“Bantuan tersebut dari Dana Keistimewaan tahun 2025, semua sudah terealisasi berjalan dengan baik.” Imbuhnya.












