
🌏 BANTUL, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Bupati Kabupaten Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan mengenai rencana pengembangan kawasan Pantai Selatan (Pansela) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yakni melalui kerja sama tiga kabupaten, yakni Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul atau yang disebut dengan “Kuntul Gunung”.
Konsep kerjasama ini menurutnya sebagai tindak lanjut dari arahan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X agar kawasan selatan menjadi teras depan Yogyakarta.
“Ya kita ini kan sudah merintis namanya Kuntul Gunung. Kalau poros utara-selatan itu namanya Kartomantul (Yogyakarta, Sleman, Bantul) untuk pengelolaan sampah, itu Kartomantul. Terus kita6y sudah kira-kira ya lima tahun yang lalu bersama Bupati saat itu Pak Sunaryanto, saya dan Pak Tejo itu mewacanakan ada poros Kuntul Gunung (Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul). Jadi dua poros ini Bantul ikut semua,” ujarnya saat ditemui usai meninjau Jembatan Pandansimo bersama Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan Menko AHY, Kamis, (9/10/ 2025).
Menurutnya, poros “Kuntul Gunung” bertujuan memperkuat koordinasi dan kerja sama tiga daerah pesisir selatan dalam pengembangan kawasan pantai.
“Nah ini tujuannya apa Kuntul Gunung itu? Ya untuk koordinasi dan kerjasama pengembangan Pansela. Karena tiga kabupaten ini yang memiliki pantai. Nah ya sebagai wacana ini mesti harus ditindaklanjuti dengan diskusi-diskusi lebih fokus begitu,” paparnya.
Lanjut Halim menegaskan bahwa arahan Sultan HB X menjadikan kawasan selatan sebagai “teras depan” Yogyakarta harus disambut oleh para kepala daerah dengan langkah konkret.
“Ini kan oleh Ngarsa Dalem, Pansela kita ini kan teras depan Daerah Istimewa Yogyakarta. Ya kan, teras depan Yogyakarta itu Gunungkidul, Bantul, Kulon Progo, Jogja madep ngidul. Nah kami-kami ini, para pimpinan daerah ini, ya mesti merespon kersani Ngarso Dalem itu, Yogyakarta madep ngidul itu dengan menata pariwisata,” jelasnya.
Ia juga menyebut, saat ini ada tiga proyek strategis nasional (PSN) yang melintasi wilayah Bantul, yakni Jembatan Pandansimo, Jembatan Kretek II, dan Kelok 23, dengan total nilai investasi sekitar Rp1,5 triliun.
“Alhamdulillah ini tiga proyek nasional strategis, Jembatan Pandansimo, Jembatan Kretek 2, dan Kelok 23, tiga-tiganya melintasi Bantul. Dan itu tiga itu nilainya sekitar 1,5 T, bayangkan. 1,5 T itu masuk dan melintas di Bantul,” ungkapnya.
Dengan proyek-proyek tersebut, ia optimis Kabupaten Bantul akan sangat diuntungkan, terutama karena memiliki delapan pantai yang telah dikembangkan berbasis komunitas atau Community Based Tourism (CBT).
“Nah Bantul tentu sangat diuntungkan dengan proyek strategis nasional karena ada sekitar delapan pantai kita. Kita punya delapan pantai, mulai Pandansimo sampai Kretek, pantai-pantai yang dikasih nama orang dan itu menjadi CBT (Community Based Tourism) yang lalu disahkan oleh pemerintah kabupaten,” jelasnya.
Namun, ia mengakui bahwa penataan kawasan pantai di Bantul masih perlu ditingkatkan, terutama pada aspek pengelolaan pintu retribusi dan akses jalan.
“Nah ini kan harus menata diri nih pantai-pantai kita ini kan belum tertata dengan bagus. Nah langkah pertama pemerintah apa? Salah satunya menata TPR-TPR itu, nanti akan banyak TPR. Jadi one gate for all, jadi dari pintu manapun wisatawan masuk itu bisa menikmati pantai sepanjang ini dalam satu hari ya, bukan kok terus tiketnya untuk besok ya enggak, satu hari itu. Masuk pintu Samas Anda bisa ke Parangtritis, karena di dalamnya itu kan ada jalan penghubung, ya memang masih jelek nanti kita bangun itu, perencanaannya sudah ada,” terang Halim.
Lebih lanjut, Abdul Halim menjelaskan bahwa pengembangan kawasan Pansela akan berfokus pada empat aktivitas utama, yaitu kelautan, pertanian, pariwisata, dan perdagangan.
“Jadi nantinya akan ada empat aktivitas ya di Pansela itu, yang satu aktivitas kelautan, kedua aktivitas pertanian ada bawang merah, ketiga ada aktivitas pariwisata. Dan yang keempat ada aktivitas perdagangan, di sini ada TPI dan ada pasar kan. Pariwisata, perdagangan, pertanian, perikanan, jadi ekstraktif,” pungkasnya.

🔴 PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN












