
Eviana mahasiswi UTY jurusan Teknik Sipil (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Aksi berani mahasiswi Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Eviana (21) menjadi perbincangan luas di media sosial setelah dirinya nekat mengejar pelaku perampasan handphone hingga terjadi senggolan yang membuat pelaku terjatuh. Peristiwa itu terjadi di wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Senin (9/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Mahasiswi Program Studi Teknik Sipil UTY semester enam tersebut menceritakan, kejadian bermula saat ia bersama rekannya hendak berbelanja usai makan. Saat itu kondisi jalan cukup ramai sehingga mereka melaju pelan.
“Karena saya sama rekan saya habis makan, terus mau belanja. Jalanan itu kondisinya ramai, jadi kita jalannya pelan-pelan. Mungkin dari pelaku ada celah,” ujar Eviana saat di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (10/2/2026).
Aksi perampasan terjadi di depan Hotel Cokro. Pelaku yang mengendarai sepeda motor memepet dari sebelah kiri dan langsung mengambil handphone milik Eviana yang diletakkan di dashboard kiri motornya.
“Di depan Hotel Cokro itu saya dipepet dari sebelah kiri dan langsung diambil dari dashboard sebelah kiri saya,” katanya.
Tak tinggal diam, Eviana spontan mengejar pelaku ke arah selatan. Aksi kejar-kejaran berlanjut hingga memasuki belokan Jalan Pakel yang merupakan jalan buntu di sisi selatan lapangan.
“Langsung masuk ke selatan. Sampai di belokan Jalan Pakel itu saya kepepet, terus ada senggolan sedikit. Pelaku jadi oleng terus jatuh,” jelasnya.
Ia juga menegaskan, insiden tersebut bukanlah aksi menabrak secara sengaja, melainkan senggolan yang terjadi saat pelaku berbelok.
“Kalau disebut menabrak sebenarnya enggak ya. Karena waktu belok, saya mepet terus ada senggolan sedikit, jadi pelaku oleng dan terjatuh,” tuturnya.
Beruntung, saat pelaku terjatuh, Eviana langsung berteriak meminta pertolongan warga. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut segera datang dan membantu mengamankan pelaku.
“Waktu pelaku jatuh, saya teriak-teriak, jadi warga langsung ikut menolong,” ucapnya.
Eviana mengaku tindakannya murni spontan karena merasa dirugikan. Ia tidak sempat memikirkan risiko yang mungkin terjadi, termasuk kemungkinan dilukai pelaku.
“Spontan aja sih, karena barang berharga dicuri. Banyak file penting buat kuliah juga. Enggak ada takut sama sekali waktu itu,” katanya.
Menurutnya, aksi heroik itu dilakukan karena handphone tersebut merupakan satu-satunya perangkat yang ia miliki untuk menyimpan berbagai file penting perkuliahan.
“HP itu satu-satunya dan banyak file penting,” katanya.
Meski tidak memiliki latar belakang bela diri, Eviana menyebut keberaniannya muncul begitu saja saat kejadian berlangsung.
“Enggak ada,” ucapnya singkat.
Pasca kejadian yang viral di media sosial, Eviana mengaku sempat merasa khawatir dengan berbagai komentar warganet.
“Mungkin karena beritanya sudah nyebar ke mana-mana, yang bikin khawatir itu komen-komenan, jadi agak overthinking,” katanya.
Namun, dukungan keluarga membuatnya lebih tenang dan tidak terlalu memikirkan opini publik.
“Keluarga menenangkan saya nggak usah dengarin opini-opini orang dari luar,” ujarnya.
Atas keberaniannya tersebut, Eviana mendapat apresiasi dan penghargaan dari Kapolresta Yogyakarta. Ia mengaku bangga sekaligus tidak menyangka akan mendapat perhatian tersebut.
“Ya tentunya bangga, nggak nyangka juga bisa dapat apresiasi seperti ini,” katanya.
Kendati demikian, ia mengimbau masyarakat agar tidak takut melakukan kejahatan akan tetapi tetap waspada terhadap barang bawaan.
“Yang pertama kita harus jaga barang kita, jangan lalai. Untuk citra polisi, kita nggak usah takut kalau untuk membela diri dari penjahat atau copet. Kita harus jadi polisi buat diri kita sendiri,” pungkasnya.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN








