
WARTA-JOGJA.COM, BOYOLALI, JATENG – Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, menjadi salah satu wilayah yang berkembang pesat dalam budidaya kentang. Di tahun 2025 awalnya hanya menanam kentang di lahan seluas 5 ha selanjutnya meningkat menjadi 15 ha di bulan Februari 2026.
Hal ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Boyolali, Agus Irawan Dwi Fajar Nirwana, Boyolali menuju swasembada kentang.
Potensi wilayah Boyolali untuk budidaya kentang sangat besar, tidak hanya di Selo, tetapi juga di kecamatan Cepogo, Gladagsari, Musuk, dan Tamansari. Dengan bibit unggul dan cara budidaya yang benar, produksi kentang di Boyolali dapat mencapai 1,5-2,5 kg per tanaman.
Kadis pertanian Suyanta S, P M.M menjelaskan telah melakukan kolaborasi budidaya kentang dengan sistem kemitraan sederhana antara petani dan Koperasi MAS Wonosobo.
“Petani menyediakan lahan siap tanam, sedangkan Koperasi MAS menyediakan bibit unggul, pendampingan perawatan, dan pasar. Keuntungan dibagi 50% untuk petani dan 50% untuk Koperasi MAS,” jelasnya.
Produksi rata-rata di Selo mencapai 20-25 ton per ha. Kemitraan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan mencapai swasembada kentang di Boyolali.
🌐 Penulis
🔶️ Redaktur: Mawan








