
WARTA-JOGJA.COM || BANTUL, DIY – Dalam rangkaian peringatan tasyakuran kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Padukuhan Jokerten, Kalurahan Timbulharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, pada Rabu malam (26/08/2026), Ketua Tanfidziyah sekaligus Pengasuh Majelis, Ustadz Rustam Nawawi, secara resmi membuka Majelis Parenting. Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan Pengajian Kitab Aswaja yang disampaikan oleh Gus Yusuf Joko Sulistiyo serta pertemuan rutin PARNU Padukuhan Dobalan.
Pembukaan Majelis Parenting ditandai dengan pemberian tali asih kepada para jamaah dan diharapkan menjadi ruang belajar bersama bagi seluruh orang tua untuk memperkuat komunikasi keluarga, keteladanan, serta pendidikan karakter anak.
Dalam kajiannya, Gus Yusuf Joko Sulistiyo menekankan pentingnya meneladani sifat-sifat luhur Nabi Muhammad SAW, khususnya sikap tawaduk, kerendahan hati, dan sifat humanis dalam kehidupan bermasyarakat.
Senada dengan itu, Ustadz Rustam Nawawi menyampaikan bahwa semangat kemerdekaan harus diisi dengan upaya nyata membangun keluarga dan generasi yang berkarakter, dengan Rasulullah SAW sebagai teladan utama.
“Kemerdekaan harus kita isi dengan ikhtiar membangun generasi. Salah satu tempat paling penting untuk memulai pendidikan karakter adalah keluarga,” ujar Rustam.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa esensi parenting bukan sekadar teknik mengasuh anak, melainkan proses berkelanjutan bagi orang tua untuk terus belajar menjadi teladan. Sebab, anak-anak pada dasarnya belajar dari apa yang mereka lihat dan rasakan dalam lingkungan keluarganya, bukan semata-mata dari apa yang diajarkan secara lisan.
Momentum pembukaan ini sekaligus merangkum tiga pesan utama: mensyukuri kemerdekaan yang telah diraih, mencintai dan meneladani akhlak Rasulullah SAW, serta memperkuat institusi keluarga sebagai fondasi kokoh bagi lahirnya generasi berkualitas di masa mendatang.

Redaktur: Mawan








