WARTA-JOGJA.COM || KULON PROGO, DIY – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Pengasih, Luazizah, S.H.I., mendampingi kegiatan rutin Posyandu Lanjut Usia (Lansia) di Padukuhan Cekelan, Senin (2/11/2026). Dalam kegiatan yang berlangsung di kediaman Dukuh Cekelan tersebut, Luazizah memberikan bimbingan rohani dengan menyampaikan doa dan amalan agar terhindar dari lilitan utang sebagai upaya memperkuat ketenangan batin serta ketahanan spiritual para lansia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pendampingan berlangsung dalam suasana hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan. Para peserta mengikuti penyampaian materi dengan antusias, terutama ketika Luazizah menguraikan pentingnya doa dan ikhtiar spiritual dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan, termasuk permasalahan ekonomi dan beban utang.
Materi bimbingan rohani tersebut mendapat respons positif dari peserta. Bahkan, salah seorang lansia mengusulkan agar naskah doa yang disampaikan dapat dicetak sehingga lebih mudah dibaca, dipelajari, dan diamalkan secara mandiri di rumah masing-masing.
“Materi ini sengaja kami bawakan untuk memberikan ketenangan batin serta tuntunan spiritual bagi para lansia dalam menghadapi dinamika kehidupan sehari-hari,” ujar Luazizah di sela-sela kegiatan.
Inisiatif peserta untuk meminta salinan naskah doa menjadi gambaran bahwa pendampingan keagamaan tidak hanya dibutuhkan sebagai sarana penyampaian materi, tetapi juga sebagai bekal praktis yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Secara terpisah, Kepala KUA Kapanewon Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., memberikan apresiasi atas konsistensi para penyuluh agama dalam menjalankan pendampingan kepada masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia.
“Pendampingan Posyandu Lansia ini merupakan wujud komitmen KUA Pengasih untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Penyuluhan agama tidak hanya menyasar aspek syariat semata, tetapi juga memberikan penguatan mental, spiritual, dan solusi emosional bagi para lansia agar tetap tenang, sehat, dan produktif di usia senja,” tegas Rangga.
Menurutnya, kehadiran penyuluh agama di tengah kegiatan kemasyarakatan merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan keagamaan. Melalui pendekatan yang komunikatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bimbingan rohani diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sosial dan spiritual para lansia.
Melalui kegiatan pendampingan rutin tersebut, sinergi antara pelayanan kesehatan melalui Posyandu Lansia dan pembinaan keagamaan di Padukuhan Cekelan diharapkan semakin kuat. Kolaborasi ini menjadi salah satu langkah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat lanjut usia secara menyeluruh, baik dari aspek kesehatan jasmani maupun ketenangan rohani.
Dengan demikian, para lansia diharapkan tetap memiliki semangat menjalani kehidupan, menjaga kesehatan, serta memperkuat kedekatan spiritual di usia senja.
Penulis
Redaktur: Mawan

